KEK di Kota Palu menarik perhatian 57 Perusahaan untuk Berinvestasi

KEKKota Palu mengakui ada 57 perusahaan yang berasal dari dalam maupun
luar negeri yang telah antre mendaftar untuk berinvestasi di Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK).

“Ada 57 investor yang mau masuk ke industri di Palu,” ujar Wakil Wali
Kota Palu Andi Mulhanan Tombolotutu dalam pemaparannya di acara
Simposium Nasional Kawasan Timur Indonesia, Kawasan Timur yang Kaya
Merana, di Hotel Santika, Palu, beberapa waktu lalu.

Kota Palu telah merancang tiga kawasan seluas 1500 hektar yang akan
dijadikan pusat pengembangan ekonomi industri kakao, rotan dan rumput
laut.

Menurutnya,basis-basis yang diminati oleh 57 perusahaan yang ingin
berinvestasi di Palu adalah basis komoditi unggulan sebanyak 14
industri, yaitu industri kakao, rotan polish, pengelohan rumput laut,
karet, rumput laut (alga merah), karbon aktif, kelapa (integrited
coconut industry), gula dan perkebunan tebu, meubel rotan, jagung dan
pakan ternak, pengelahan minyak sawit (CPO), herbal, makanan olahan,
pengalengan ikan dan daging.

Basis industri pertambangan antara lain industri biji besi, nikel, dan emas.
Lalu, basis industri manufaktur yaitu assembling automotif dan heavy
equipment, ICT, Tupperware, jewellry, konveksi, fiber glass dan
turunannya, polymer dan turunannya. Sementara terkait layanan seperti
Depo kontainer, shipyard dan docking, industri packing dan labeling
dan industri air bersih layanan kapal.

“Karenanya prospek investasi pembagunan baik oleh pemerintah, dunia
usaha dan industri serta perbankan menunjukan kinerja yang positif
atau layak untuk kebijakan kawasan ekonomi khusus palu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk mendukung agar Palu menjadi KEK maka
dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang memadai. Untuk itu,
pemerintahan kota Palu menargetkan anggaran Infrastruktur sebanyak
Rp2,3 triliun. “Infrastruktur Rp2,3 triliun ditargatkan untuk 3 tahun. Ini sesuai
dengan ketentuan UU,” ujarnya.

Menurutnya berdasarkan proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
hingga tahun 2019, provinsi Sulawesi Tengah dapat mencapai Rp37
triliun tanpa KEK, sementara dengan adanya KEK maka PDRB Provinsi
Sulawesi Tengah diproyeksikan akan mencapai Rp54,2 triliun. “Sehingga
dengan adanya KEK di Palu dapat secara akumulatif akan membesarkan
PDRB provinsi Sulawesi Tengah secara umum,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan
pengembangan Daerah Luky Eko wuryanto, mengaku akan segera melaporkan
kesiapan kota Palu menjadi KEK kepada Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Hatta Rajasa.

“Nanti kita akan laporkan kunjungan karena beliau (Menko
Perekonomian) tidak ikut hari ini,” ujarnya.

Ia juga menjanjikan untuk merapatkan hasil pemaparan hari ini sesegera
mungkin. “Kita akan meminta beliau untuk berkenan mengadakan sidang
(rapat) biasanya selasa, mudah-mudahan ini bisa diagendakan sebelum
beliau berangkat ke Amerika,” ungkapnya.

Dalam kunjungan ke Palu kali ini Deputy Menko Perekonomian Bidang
Infrastruktur dan pengembangan daerah ini sempat mengunjungi lokasi
KEK yaitu di pelabuhan Pantoloan, industri pengembangan Kakao dan
kawasan industri rotan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*