Walikota Palu H Hadianto Rasyid SE Memimpin Rapat Koordinasi Progres Penanganan Covid-19 dan Progres Penanganan Vaksinasi di Wilayah kota Palu.

Walikota Palu H Hadianto Rasyid SE memimpin rapat koordinasi progres penanganan Covid-19 dan progres penanganan vaksinasi di wilayah kota Palu.

Wali Kota Palu menyampaikan bahwa saat ini kota Palu masih berada di zona kuning berdasarkan data yang ada untuk saat ini jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 untuk kota Palu naik menjadi 156 kasus yang sebelumnya 30 kasus.

Tentunya dengan kenaikan tersebut, wali kota Palu menegaskan penerapan protokol 5 M harus dilakukan secara disiplin oleh semua pihak. Jika disiplin dilakukan, kata dia, maka penyebaran Corona di Kota Palu bisa dikendalikan.

Rakor penanganan dan pengendalian Covid-19 dan vaksinasi di Kota Palu itu dihadiri Wakil Walikota Palu dr Reny A Lamadjido Sp PK M.Kes, Sekda Kota Palu H Asri, perwakilan dari TNI, Polri, kepala OPD, dan sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas se kota Palu.

Dalam rakor, wali kota Palu membeberkan langkah strategis yang harus didukung semua pihak. “Seperti pengetakan pelaksanaan tracing terhadap warga yang kontak erat dengan keluarga yang terkonfirmasi Covid 19 di wilayah kota Palu,” katanya dalam rakor di ruang kerja Walikota Palu, Senin 28-06-2021 pukul 11.00 wita.

Dia menjelaskan, pengecekan melalui tracing adalah untuk mengetahui siapa saja yang kontak langsung dengan warga yang terkonfirmasi Covid 19. Dengan demikian bisa dilaksanakan swab test atau swab antigen untuk memastikan apakah warga yang kontak langsung dengan orang yang terkonfirmasi Covid 19 positif atau negatif Covid 19.

“Selain itu giat pelaksanaan operasi Yustisi akan dimasifkan lagi, tidak hanya pada malam hari saja tetapi juga pada siang hari.
Pembatasan kerumuman warga baik ditempat pesta, rumah ibadah masing-masing diisi 50 persen dari kapasitas yang tersedia,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, lokasi keramaian seperti mall harus selalu ada petugas yang mengawasi langsung. Khusus untuk semua kafe di Kota Palu, Hadi menegaskan jam operasionalnya untuk sementara dibatasi hanya sampai pukul 21.00 wita.

Langkah-langkah dan kebijakan tersebut sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Pembatasan jam operasional tersebut, katanya, hanya sementara sambil menunggu perkembangan Covid-19 di wilayah Kota Palu.

“Doa kita bersama agar kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah kota Palu bisa terus melandai kuncinya adalah dengan menerapkan 5 M,” harap Walikota.

Dia menjelaskan, strategi pencegahan dari 3M menjadi 5M yakni menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
“Gerakan 5M Covid-19 yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi,” sebut Hadi.

Untuk progres penanganan vaksinasi, secara menyeluruh seluruh masyarakat Kota Palu, harus lebih dimasifkan lagi kepada petugas Puskesmas untuk gerak cepat mendatangi setiap rumah warga untuk giat vaksinasi khususnya bagi warga lanjut usia (lansia).

“Untuk warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 agar isolasi mandiri. Namun harus juga dilihat kondisi rumahnya

Bahkan secara tegas wali kota menyampaikan agar warga yang isolasi mandiri ada baiknya rumahnya dipasangi label bagi warga yang terkonfirmasi Covid-19 biar diketahui.

Sebab dari hasil laporan kebanyakan yang kena Covid-19 itu kebanyakan dari klaster keluarga. Untuk operasi yustisi dari usulan pihak kepolisian agar dibagi tiga tim untuk lebih menjangkau disemua bagian terkait dengan pelaksanaan PPKM Mikro dan mendapat respon positif dari pemerintah kota Palu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*