Visi dan Misi

1. Visi dan Misi Bappeda dan Penanaman Modal Kota Palu

Visi Bappeda Kota Palu 2005-2010 ialah gambaran kondisi aktual yang ingin dicapai oleh Bappeda dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, sebagai terjemahan Visi dan Misi Walikota Palu, atas tugas dan fungsi Bappeda dalam mendukung Visi dan Misi Walikota Palu.

Visi Walikota Palu 2005-2010 ialah:

“Kota Pusat Industri dan Perdagangan Kakao Sulawesi Tengah dan Sentra Industri Rotan Nasional 2010”

Berdasarkan rumusan Visi Walikota Palu, dan dari aspirasi serta komitmen sumber daya Bappeda Kota Palu untuk mendukung Visi tersebut, maka dirumuskan Visi Bappeda Kota Palu 2005-2010 sebagai berikut :

“Perencanaan Pembangunan Daerah yang Partisipatif, Berkualitas dan Berkesinambungan Menuju Kota Perdagangan dan Industrialisasi Kakao serta Sentra Rotan Nasional”.

Misi Bappeda Kota Palu ditujukan untuk mencapai visi dengan cara memperhatikan kondisi organisasi dan kondisi umum daerah yang merupakan lingkup kewenangan SKPD, juga mencerminkan upaya-upaya dalam menjalankan fungsi dan peran Bappeda Kota Palu.

Misi Bappeda sebagai hasil penjaringan aspirasi dari seluruh strata komponen Bappeda Kota Palu ialah:

a. Mendorong penyusunan instrumen/dokumen rencana dan program pembangunan yang aspiratif dan berkualitas,

b. Mewujudkan kualitas rumusan kebijakan penyusunan rencana dan program pembangunan yang berkesinambungan,

c. Membangun komunikasi dengan stake holder’s baik secara vertikal, horisontal dan diagonal,

d. Mengembangkan mekanisme koordinasi dan program pembangunan sebagai aplikatif dari good governance (kepemerintahan yang baik).

2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan dikemukakan sebagai penjabaran visi dan misi Bappeda Kota Palu 2005-2010 yang lebih spesifik dan sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi Bappeda Kota Palu 2005-2010.
Dari Visi dan Misi sebagaimana diuraikan di atas, maka ditetapkan tujuan yang ingin dicapai Bappeda dalam kurun waktu 5 tahun ialah :
a. Mewujudkan instrumen/dokumen perencanaan yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan
b. Melakukan evaluasi perencanaan terhadap pelaksanaan pembangunan
c. Merumuskan kebijakan perencanaan dapat bersinergi dengan tugas dan fungsi dinas/badan/bagian/kantor, serta ketentuan yang berlaku
d. Merumuskan kebijakan perencanaan yang dapat bersinergi dengan kebutuhan masyarakat,
e. Mengembangkan komunikasi dengan pihak masyarakat, swasta/dunia usaha
f. Meningkatkan intesitas komunikasi dengan pemerintah pusat dan propinsi.
g. Membangun sinergisitas antara kebijakan pemerintah dengan masyarakat dan dunia usaha
h. Membangun sistem koordinasi yang efektif dan efisien,
i. Mewujudkan prioritas pembangunan perkotaan

Dari tujuan yang merupkan penjabaran di atas, maka ditetapkan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 tahun ialah :

a. Tersedianya instrumen/dokumen perencanaan tahunan dan lima tahunan
b. Terlaksananya kegiatan monitoring pelaksanaan pembangunan
c. Terkendalinya pelaksanaan perencanaan pembangunan dengan membandingkan blue print dengan pelaksanaan pembangunan
d. Menjaring kebijakan pimpinan dan rencana strategis pemerintah
e. Menjaring rencana strategis dan aspirasi instansi pelaksana
f. Menjaring aspirasi masyarakat
g. Membuka ruang partisipasi pada masyarakat, swasta dan dunia usaha dalam pembangunan
h. Menyampaikan kepada publik tentang kemampuan pemerintah dalam pembiayaan pembangunan
i. Meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat yang berkaitan dengan sumber pembiayaan DAK dan pinjaman luar negeri/hibah
j. Meningkatkan komunikasi dengan pemerintah propinsi yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan melalui pembiayaan APBD propinsi
k. Meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan dengan masyarakat
l. Meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan dengan dunia usaha dan swasta
m. Membuat instrumen penentuan prioritas perencanaan pembangunan
n. Melaksanakan uji publik dalam penentuan prioritas perencanaan