Covid ‘Meroket’, Rakyat Terseret, Usaha Semakin Seret

Pemerintah kota Palu melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Palu menggelar Motesa Ngata #03 pada jum’at, 9 Juli 2021 pukul 20.00 wita melalui via zoom

Forum komunikasi pembangunan kali ini secara khusus mengangkat tema ” Covid ‘Meroket’, Rakyat Terseret, Usaha Semakin Seret”

Acara yang dipusatkan Command Center Pemerintah Kota Palu

Adapun narasumber dalam Motesa Ngata #03 yakni Wakil Wali Kota Palu dr.Reny Lamadjido,Manager Restoran Pizza Hut Perwakilan Pegusaha Herman Setianto,Herawanto, S,KM., M. Kes,Pengamat Kebijakan Publik Dr. Muh.Nur Alamsyah.

Dalam paparannya, secara garis besar  Wakil Wali Kota Palu menyampaikan Covid sangat meningkat pada  akhir Bulan Juli.  Kasus kita dari  8.637 pada  2020. 11.115 pada 2021. Di  Juli  saja  sudah 2539 kasus yang meninggal 64, tahun 2021. Juli, tahun lalu 2020, meninggal  40, kita patut bersyukur  cash fatality  rate terhadap kasus  covid   masih 2,87 %. Mari kita bersama disiplin pada prokes.  Hari ini,  kasus meningkat 77,  itu bukan dari pelaku perjalanan, tetapi dari kontak erat, keluarga, teman pada teman. Artinya, di Kota Palu terjadi Transmisi local.  Untuk itu, Pemkot mengantisipasi semakin meluasnya  Casus Covid  di Kota Palu, Menghimbau kepada seluruh masyarakat  agar selalu mentaati  protokol Kesehatan; 5 M.“Kasihanilah tenaga perawat/kesehatan yang telah bekerja keras. Kalau banyak yang dirawat di Rumah Sakit,  maka semakin berkurang tenaga kesehatan . Apresiasi setinggi-tingginya pada tenaga kesehatan yang telah bekerja tanpa pamrih”  

Fenomena Covid menjadi masalah global, perlu disadari, masyarakat memiliki hak untuk sehat. Karenanya pemerintah harus memenuhi-nya Dalam keilmuan Publik Policy, kita tidak berharap terjadinya clash dalam  pembuatan kebijakan, hal itu  harus ditangani secara dingin.Problem dalam membuat suatu kebijakan, bagaimana kelembagaan dapat membangun solidaritas social.

Seharusnya, penanganan virus tak perlu secara panik, Prokes  5 M,  adalah  Starting point dalam  membuat  kebijakan penanganan Covid. Suatu Kebijakan  Jika dipaksaan  maka akan menimbulkan masalah baru. Ada multiplayer efek merusak publik dan ekonomi. Kebijakan  memiliki banyak dimensi, salah satunya harus humanis.

“Saya Mengapresiasi  keputusan Pemkot membatasi  usaha buka  jam 9 bukan Jam 5 (Sesuai Instruksi Mendagri No.17 tahun 2021), tetapi harus diikuti dengan pengetatan prokes. “

dalam kasus Kemarin  Ada miss komunikasi saat sosialisasi,  memang ada kesalahan, kami abai dengan jam yang ditetukan. Saya menghimbau pada pelaku usaha yang lain perlu adanya kerja sama, tuk memutus rantai Covid, dengan tetap mentaati Protokol kesehatan dan tidak melanggar jam operasi yang telah ditentukan” Walau di tengah covid kami tetap berusaha tetap survive dan mempertimbangkan  kesejahtraan karyawan.Pihak  Pizza Hut sendiri  telah terVaksinasi 100 %.

acara ini di hadiri seluruh pengusaha di kota palu serta stakeholder terkait lainnya.difasilitasi oleh Bappeda Kota Palu dan disiarkan oleh Diskominfo Kota Palu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*