Bappeda Kota Palu Siap Melaksanakan Motesangata 1.0

Bappeda (28/5). Badan Perencanaan Pembangunan Kota Palu siap menyambut kegiatan Pemerintah Kota Palu yaitu Motensangata. Motesangata itu memiliki arti berbincang, tujuan forum komunikasi tersebut untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi penyelesaian isu isu strategis yang berkembang ditengah masyarakat.

Dalam kegiatan yang bertema “Kaloborasi Dalam Pengelolaan Sampah Menuju Palu Adipura” tersebut dijelaskan bahwa Pemerintah Kota Palu dibawah pimpinan Walikota Hadianto Rasyid bertekad untuk menjadikan Kota Palu menjadi Kota Bersih dan Sehat.

“Tujuan dari Motesangata adalah program prioritas pemerintah terhadap program Palu raih adipura, apalagi dikaitkan dengan permasalahan persampahan di  Kota Palu dan Kesiapan acara besok mencapai 99 persen, karena semua pemateri undangan sudah disebarkan semua tempat sudah oke dan kesiapan tim juga sudah oke,” Ucap Denok Farwati Selaku Kasubid Data dan Informasi Sosial dan Budaya.

Denok juga menjelaskan bahwa Undangan peserta besok terdiri dari LSM, pemerintah, semua OPD, DPRD Kota Palu, Kelurahan dan masyarakat umum. Sedangkan ada empat pemateri yang diundang dalam kegiatan forum diskusi tersebut, pemateri tersebut terdiri dari akademisi, pelaku usaha, komunitas dan pemerintahan. Pemilihan pemateri ini disesuaikan dengan tema yang sesuai kegiatan Motesangata 1.0

”Akademisi akan membahas pengelolaan sampah dari sudut pandang keilmuannya, Pelaku usaha membahas potensi ekonomi dari pemanfaatan dari pengelolaan sampah, Para Komunitas membahas keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah,  Pemerintahan membahas program pengelolaan sampah seperti apa, kemudian Strategi Kota Palu menuju Adipura,” ucapnya saat di ruang Sekretariat Bappeda, Sulteng, Palu (28/05/2021)

Kegiatan forum diskusi tersebut diselenggarakan sebanyak 12 kali, yang artinya kegiatan tersebut dilaksanakan setiap bulannya selama satu kali, dengan tema yang berbeda-beda tiap bulannya tergantung isu isu yang berkembang di masyarakat.

“Untuk pelaksanaan kegiatan seperti ini bersifat fleksibel, sebelumnya kita laksanakan secara zoom meeting, tapi ada juga pertemuan langsung yang kita laksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tutup Denok

BalasTeruskan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*