Bappeda berkolaborasi dengan BPBD menyusun Evaluasi Dokumen R3P pasca bencana Kota Palu

sumber gambar: Harian Mercusuar

Bappeda (23/4). Badan Perencanaan Pembangunan Kota Palu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, berkolaborasi Bersama beberapa NGO untuk menyusun Dokumen Revisi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kota Palu. Dokumen tersebut merupakan perbaikan atas Kdokumen Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana kota Palu yang disusun dua tahun lalu, yang saat ini telah habis masa berlakunya.

Revisi Dokumen R3P tersebut merupakan amanat BNPB, untuk daerah daerah yang terkena bencana dan telah habis masa berlaku dokumen R3P nya. Dokumen tersebut berisi yaitu, menghitung kerugian, strategi kebijakan dan kerangka sumber pendanaan.

Dalam dokumen revisi R3P tersebut, dilakukan evaluasi dengan menggunakan metode gab analisis, atau menghitung dan mendeskripsikan pencapaian dan kendala pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kota Palu khususnya pada lima sektor yaitu, perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektor,” Ujar Ibnu Mundzir, selaku Kabid data dan informasi Bappeda Kota Palu.

Dalam penjelasan Ibnu, mengatakan bahwa dalam penyusunan revisi dokumen tersebut, juga mencakup strategi, kebijakan dan pendekatan, khususnya bagi hunian tetap, yang belum diatur pada dokumen R3P yang lalu. Strategi, kebijakan dan pendekatan tersebut, khususnya mengenai pilihan kebijakan yang diambil, Teknik penanggulangan, metode penanganan, serta perumusan rekomendasi, khususnya pada perumahan, Kawasan pemukiman, sanitasi, PSU, persampahan, dan air bersih.

Penyusunan dokumen R3 tersebut, dihadiri oleh beberapa stakeholder yang terkait kebencanaan, seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik pusat maupun daerah yang membidangi infrastruktur, sosial ekonomi, serta perwakilan dunia usaha dan NGO. Acara tersebut terdiri dari konsultasi public yang dilaksanakan di Kampung nelayan pada hari senin, 19 April 2021.
Dalam hal ini Bappeda berperan sebagai contributor tim penyusun dalam pembuatan dokumen R3. “Bappeda mengutus beberapa orang untuk terlibat sebagai tim penyusun dokumen R3P,” kata Ibnu.

Dalam penyusunan dokumen R3 tersebut di fasilitasi oleh NGO Yayasan Care Peduli, UNDP, Islamic Relief yang membantu yang terlibat dalam proses pembiayaan, dalam tahap perencanaan, pelaksanaan hingga penulisan akhir dokumen, karenanya Bappeda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, tutup Ibnu, mengakhiri pembicaraan. (MA/IM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*