Edisi Senin, 27 Januari 2014

K BpdMelalui rubrik ini selaku Kepala Bappeda Kota Palu mengucapkan terima kasih banyak kepada Masyarakat yang telah memberikan sumbangsihnya di kolom ini untuk kemajuan pembangunan Kota Palu termasuk solusinya. Berikut jawaban Tim Bappeda Kota Palu dari berbagai pertanyaan Masyarakat.

Urutan pertama jawaban terhadap warga Palupi tentang jalan yang berada di kompleks permukiman terkendala pada penyerahan asset pengembang kepada Pemerintah Kota Palu, untuk itu melalui Dinas Tata Ruang Kota Palu telah dikoordinasikan untuk mempercepat proses serah terima asset agar dinas PU Kota dapat segera memperbaiki jalan-jalan dimaksud.

  • Untuk jalan I Gusti Ngurah Rai, pada awal Januari 2014 Bappeda Kota Palu telah mengundang Dinas PU Bina Marga Prov. Sulteng sebagai penyelenggara jalan provinsi karena status jalan tersebut adalah jalan provinsi, telah dianggarkan untuk perbaikan jalan pada tahun 2014, sementara untuk rencana pelebaran belum ada anggarannya untuk pembebasan tanah dan bangunan yang berada di jalan dimaksud.
  • Untuk penanganan pesisir pantai (kawasan teluk) pendekatan penanganan melalui dua pendekatan, khusus untuk padat karya perkotaan yang akan diefektifkan di bulan april 2014 akan menangani kebersihan dan penghijauan kawasan pantai, untuk penanganan jangka panjang akan dibentuk kelembagaan yang mempunyai otoritas perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian kawasan teluk.
  • Keluhan tentang warga Jalan Cempedak dengan adanya pedagang yang berjualan dan memenuhi jalan, upaya penertibannya akan diteruskan pada kantor Satpol-PP Kota Palu.
  • Beberapa pertanyaan dan saran berkaitan dengan sistem Drainase Kota Palu yang diresahkan oleh masyarakat belum berfungsi secara optimal akan dilakukan dua skema penanganan yaitu pembangunan sistem jaringannya baik tersier, sekunder maupun primer mengacu pada sistem masterplan sistem drainase Kota Palu. Untuk jaringan primer akan dibiayai oleh APBN, sekunder oleh APBD Provinsi, tersier khususnya melewati daerah permukiman dibangun melalui APBD Kota, begitu pula drainase yang berada pada ruas jalan sesuai dengan tanggung jawab penyelenggara jalan. Skema kedua adalah pembangunan kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan drainase sebagai tempat pembuangan sampah.
  • Khusus yang berkaitan dengan menjamurnya PKL ikan dan sayur-sayuran tetap didorong untuk memanfaatkan pasar-pasar yang ada di Kota Palu. Untuk PKL lainnya telah dibentuk kelompok kerja lintas SKPD Kota Palu yang akan membahas pengaturan dan penataan PKL sesuai dengan amanat kementerian dalam negeri yang mewajibkan setiap pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan dan penataan PKL.
  • Untuk masalah teknis jalan yang cepat rusak yang tidak sesuai dengan umur jalan akan kami usahakan ke Dinas PU sesuai dengan status jalan, misalnya untuk jalan I Gusti Ngurah Rai adalah jalan provinsi akan diteruskan ke dinas PU Provinsi.
  • Saran terhadap konstruksi pemecah gelombang air laut juga akan kami teruskan ke Dinas PU.
  • Kota Palu terdapat beberapa lokasi perkuburan umum, misalnya Pogego dan Talise, lokasi yang dimaksud tidak dalam pembinaan Pemerintah Kota melalui dinas Pertamanan, tetapi dikelola oleh masyarakat langsung, hingga ada kecenderungan tidak teratur dan tertata rapi. Untuk itu Pemerintah Kota Palu telah menyiapkan tempat perkuburan umum di Kelurahan Poboya dengan konsep pendekatan Ruang Terbuka Hijau, lokasi ini strategis dan tidak akan terganggu oleh perkembangan perkotaan (penggusuran), karena TPU ini mempunyai luas dan hamparan yang diperhitungkan dapat menampung sampai 10-an tahun.
  • Saran tentang peletakan kontainer sampah memang sangat dilematis, karena tidak ada orang yang ingin didekatkan dengan lokasi kontainer dimaksud, sehingga menggunakan badan jalan. karena kontainer sampah merupakan tempat pembuangan sampah sementara, maka setiap pemukiman dengan skala kelurahan harus mempunyai titik-titik penematan TPS yang disepakati oleh warganya.
  • Corat-coret yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap fasilitas perkotaan termasuk gerbang bandara merupakan fenoimena manusia yang sedang mencari identitas diri tetapi tidak disalurkan secara baik dan benar, untuk itu Pemerintah akan memikirkan lokasi-lokasi dan wadah untuk menyelurkan keinginan mencorat-coret (grafity). Hal yang berkaitan dengan coretan di gerbang bandara akan menjadi perhatian dari Pemkot untuk diperbaiki.
  • Berkaitan dengan rambu-rambu lalulintas yang merupakan pembinaan dari Dinas Perhubungan telah kami sampaikan kepada Dinas terkait untuk mempertimbangkan beberapa saran yang dikemukakan oleh masyarakat. Untuk kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas meminta sumbangan di perempatan jalan di dalam kota akan dilakukan oleh dinas Sosial dan Perhubungan Kota.

Selaku Bappeda pihaknya berterima kasih atas penyampaian informasi masyarakat melalui media ini, mudah-mudahan upaya respon cepat dari SKPD terkait dapat dilakukan sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok masing-masing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*