Bertemu di Buol, Planner Sulteng Bahas Strategi Perencanaan Industri Pariwisata dan Pangan

Forum Koordinasi dan Komunikasi (Forkkom)Badan Perencanaan Pembangunnan Daerah (Bappeda) se Sulawesi Tengah membahas strategi perencanaan untuk memacu industri pangan dan pariwisata dengan dukungan SDM Unggul. Forkkom digelar di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah 4-6 Februari 2020.

BUOL, NEWSURBAN.ID – Forkkom, merupakan forum awal tahunan para planner se Sulawesi Tengah. Forkkom XVIII yang mengangkat tema Pengembangan Industri Pangan dan Pariwisata Berbasis Kewilayahan Melalui SDM Unggul, dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh Suprijal Yusuf. Forkkom XVIII menurut Ketua Panitia Samsudin T Daidullah, peserta yang hadir sebanyak 308 planner.

Suprijal saat membuka pertemuan, mengatakan Forkkom ini mimiliki empat tujuan.

Pertama, mensosialisasikan berbagai informasi dan perkembangan kebijakan tentang perencanaan pembangunan.

Kedua, memberikan pengetahuan bagi aparat perencana dan para pemangku kepentingan, dan memanfaatkan forum ini sebagai penggerak perkembangan informasi menyangkut perencanaan pembangunan.

Ketiga, memberikan apresiasi bagi para perencana pembangunan daerah yang konsisten terhadap pelaksanaan pembangunan di provinsi sulawesi tengah.

Keempat, meningkatkan komitmen, sinergitas dan keterpaduan daerah dalam percepatan pencapaian visi dan misi pembangunan daerah.

Forkkom XVIII menghadikan pembicara Bupati Buol, Kepala Bappeda Sulawesi Tengah Dr Hasanuddin Atjo, dan akademisi Universitas Tadulako Prof. Andi Tandra dan Dr. Ismet Khairudin.

Kabid Data dan Informasi Bappeda Kota Palu Ibnu Mundzir, mengharapkan pertemuan Forkkom kali ini bisa memberikan masukan berharga bagi setiap daerah kabupaten/kota untuk memboboti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar bisa unggul sesuai kemampuan dan kapasitas spesifik wilayah masing-masing.

“Harapannya disparitas antarwilayah dan ekonomi masyarakat dapat diselesaikan secara bersama dengan kolaboratif antar wilayah dan sektor,” kata Ibnu Mundzir.

Menurut Ibnu Mundzir, pencapaian kerangka ekonomi makro tiap daerah di Sulteng, bisa diselesaikan secara bersama, dengan melanjutkan kerjasama antarprogram dan kegiatan ungulan di masing-masing dearah. “Oleh karena itu, peran provinsi memiliki urgensitas yang vital untuk mendorong bergeraknya semua sektor dan wilayah,” pungkas Ibnu Mundzir. (yusuf/*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*