Ekonomi Sulteng 2009 Tumbuh Positif

PALU-Dibanding tahun 2008, ekonomi Sulteng tahun 2009 yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tumbuh sebesar 7,66 persen. Selama tahun 2009 semua sektor ekonomi pembentuk PDRB mengalami pertumbuhan positif.

Kepala BPS Sulteng Razali Ritonga mengatakan, pertumbuhan PDRB tanpa musik pada tahun 2009 mencapai 7,67 yang didorong oleh pertambangan non migas berupa biji Nikel dan emas lebih tinggi dari pertumbuhan PDRB keseluruhan.

“Kalau daerah-daerah penghasil minyak dan gas seperti Kalimantan Timur, sharing-nya terhadap PDRB sangat besar. Berbeda dengan Sulteng yang bukan penghasil Migas,” ujar Razali dalam keterangan resminya, kemarin.

Ia menyebutkan, nilai PDRB Sulawesi Tengah atas dasar harga yang berlaku konstan 2000 pada tahun 2009 mencapai Rp15,875 triliun, sedangkan pada tahun 2008 hanya sebesar Rp14,754 triliun. Sementara, bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDRB Sulawesi Tengah tumbuh dari Rp28,152 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp32,057 triliun pada tahun 2009.

“Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor listrik dan air minum, yang mencapai 11,10 persen. Diikuti sektor pertambangan dan penggalian sebesar 10,81 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,12 persen,” sebutnya.

Selanjutnya sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan sebesar 8,69 persen. Sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 8,44 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh sebesar 8,12 persen. Sektor jasa-jasa tumbuh sebesar 8,02 persen, sektor konstruksi tumbuh sebesar 8,0 persen dan sektor pertanian tumbuh sebesar 6,31 persen.

Lebih jauh Razali menjelaskan, bila dilihat per tiga bulan (triwulan), PDRB Sulawesi Tengah triwulan IV/2009 tumbuh sebesar 7,49 persen dibanding triwulan III/2009 (q to q). dan bila dibanding dengan triwulan IV/2008 (y on y) tumbuh sebesar 5,67 persen.

Selanjutnya, besaran PDRB atas dasar harga yang berlaku pada triwulan IV/2009 mencapai Rp8,767 triliun. Dan PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp4,306 triliun.

Razali menyebutkan, dari sisi penggunaaan, sebagian besar PDRB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga, yakni sebesar 64,53 persen. Sisanya, untuk konsumsi lembaga non provit sebesar 1,42 persen, konsumsi pemerintah 13,31 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 20,72 persen, dan ekspor 15,59 persen serta impor sebesar 1558 persen.

“Semua komponen PDRB penggunaan pada tahun 2009 mengalami pertumbuhan. Dan pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi rumah tangga, yakni sebesar 9,49 persen,” sebutnya.

Angka PDRB per-kapita pada tahun 2009, kata Razali, diperkirakan mencapai Rp12,92 juta atau sekitar US$1.248,06, dengan laju peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya (tahun 2008) sebesar 11,96 persen. (ars)

Sumber : Radar Sulteng

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*