Musrenbang Di Palu Barat : Gunakan Teknis Penentuan Prioritas

OLYMPUS DIGITAL CAMERAPalu, Mercusuar – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kec. Palu Barat, kemarin (11/2) berlangsung dalam suasana cair dan rileks, karena metode dan model forumnya yang partisipatif dan tidak monoton. Olehnya, model suasana forum tersebut akan terus dikembangkan di masa mendatang.

Kasubag Perencanaan Program Bappeda dan Penanaman Modal Kota Palu, Ibnu Mundzir usai kegiatan itu mengatakan, konstruksi jalannya diskusi yang cair dan rileks pada pembahasan komisi, karena menggunakan teknik penentuan prioritas yang memberikan patron yang dipahami semua pihak. Kondisi itu, kata dia agak berbeda, ketika masih difasilitasi pemerintah.

Beberapa hal baru, kata Ibnu yang digagas agar Musrenbang kecamatan dapat lebih baik, dari segi kualitas hasil maupun proses yang lebih partisipatif adalah digunakannya beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang lebih profesional dalam memfasilitasi proses Musrenbang tahun ini. “Khususnya, dalam membahas isu-isu lintas kewilayahan dan spesifik lokasi,” terang salah satu jebolan fasilitator program Japan International Coorporation Agency (JICA) itu.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Dharma Gunawan dalam arahannya soal isu pembangunan kota mengatakan bahwa Musrenbang telah memberikan pencapaian positif bagi pembangunan baik dibidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Namun begitu, dia tidak menampik adanya pandangan skeptis. Untuk itu, dia sangat mengapresiasikan pihak-pihak yang terus mengawal Musrenbang sat ini. (STY)

Sumber : Harian Mercusuar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*