Membangun Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Untuk Mendukung Perekonomian Daerah

2010.05.144.WSIDASistem Inovasi Nasional (SINAS) merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Implementasi SINAS yang baik dapat menghasilkan pembangunan yang terarah dan lebih baik. Namun demikian SINAS tidak dapat berdiri sendiri. Ada tiga pilar yang menunjang keberhasilan SINAS, salah satunya adalah Sistem Inovasi Daerah (SIDA).

Sebagai tindak lanjut penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDA), Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Workshop Sistem Inovasi Daerah (SIDA), Senin, 24 Mei 2010 sampai dengan Rabu, 26 Mei 2010 di Hotel Millenium, Jakarta Pusat. Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian Workshop Terpadu Sistem Inovasi yang terdiri dari Worskhop Sistem Inovasi Nasional (SINAS) yang telah dilaksanakan pada 30 Maret – 1 April 2010 dan Workshop Inovasi Manajer yang telah dilaksanakan pada 13 – 15 April 2010.

Dalam sambutannya pada pembukaan workshop, Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Idwan Suhardi menyatakan bahwa workshop ini merupakan tindak lanjut dari Sambutan Presiden Republik Indonesia pada Silaturahim dengan Akademi Ilmu Pengetahuan dan Indonesia (AIPI) dan masyarakat ilmiah, 20 Januari 2010 terkait dengan penguatan SINAS. SIDA sangat penting untuk membangun SINAS, karena SINAS merupakan agregasi dari SIDA.

“Dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka pemerintah daerah memiliki fungsi sentral dalam pembentukan dan penguatan SIDA di daerahnya. SIDA yang akan dikembangkan di masing-masing daerah akan sangat tergantung dengan analisis potensi yang ada di daerah tersebut”, ujar Idwan.

Analisis Potensi Inovasi Daerah merupakan materi utama workshop ini. Materi ini menggunakan metode Regional Innovation Potential Analysis (RIPA) yang mengaplikasikan pendekatan Analysis of National Innovation System (ANIS).

Secara garis besar para peserta diharapkan dapat mempelajari strategi membangun dan implementasi SIDA guna meningkatkan daya saing dan meningkatkan perekonomian daerah serta memudahkan integrasinya dengan SINAS. Beberapa perwakilan daerah telah menyampaikan potensi unggulan antara lain pariwisata, pertanian, perkebunan dan energi terbarukan

Workshop SIDA ini dihadiri oleh 46 peserta yang berasal dari Pemerintah Daerah (Pemda) Propinsi Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Pemda Kota Palu, Pemda Kabupaten Jepara, Pemda Kota Bandung, LIPI, BPPT dan Lapan. Trainer utama dalam workshop dalam workshop ini Uwe Seidel (VDE/VDI-IT Jerman), dan sebagai Co-Trainer, hadir Dudi Hidayat (Papipptek – LIPI) serta Tatang Taufik (PKT – BPPT).

Diharapkan, Workshop dapat menjadi forum pembelajaran antar daerah dalam membangun SIDA serta memberikan kesempatan untuk mempresentasikan potensi inovasi di masing-masing daerahnya.(DEP-PPI/mha/ss/humasristek)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*