Kelangkaan BBM jenis Solar di Kota Palu

SolarHabisStok bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar di sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), hingga Rabu (28/11) pagi, kosong menyusul terhentinya pasokan.

Kelangkaan tersebut menyebabkan antrean panjang puluhan truk dan kendaraan berbahan bakar solar di sejumlah SPBU. Seorang petugas SPBU di Jalan Kartini mengatakan kosongnya pasokan solar terjadi sejak Senin (26/11) sekitar pukul 15.00 Wita. “Mungkin siang atau sore hari, pasokan solar sudah penuh kembali,” kata petugas tersebut.

Menurutnya, kosongnya stok solar itu disebabkan adanya gangguan teknis di Terminal BBM Donggala yang berjarak 15 kilometer dari Kota Palu. Sementara itu sejumlah pengemudi truk mengaku rela mengantre di SPBU agar cepat mengisi bahan bakar apabila Pertamina sudah memenuhi pasokan solar. “Lebih baik antre di sini saja karena bahan bakar tidak mencukupi lagi untuk perjalanan,” kata Anwar seorang sopir truk.

Dia mengaku enggan mencari SPBU yang masih menjual solar karena berdasarkan informasi pasokan akan segera tiba di SPBU yang ditungguinya. Selain itu katanya, sebagian besar SPBU juga mengalami kekosongan solar sehingga dia memutuskan untuk menunggu saja. “Kalaupun ada SPBU yang masih jual solar pasti diserbu masyarakat,” katanya.

Jumlah SPBU di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini sebanyak 16 buah yang tersebar di delapan kecamatan. Sementara itu, Sales Representatif Pertamina Area Sulteng, Fernando Ginting mengatakan pasokan BBM jenis premium dan solar ke SPBU masih berlangsung normal. Namun ia mengakui pihaknya melakukan pengurangan dan penghentian stok kedua jenis BBM itu di beberapa SPBU karena melakukan pelanggaran.

“Hal itu diprediksi mengakibatkan antrian kendaraan yang hendak mengisi BBM di sejumlah SPBU, tetapi pasokan secara umum berjalan seperti biasa,” kata Fernando. [admin]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*