BAPPEDA PASTIKAN KORBAN BENCANA DAPAT JADUP

DISKUSI – Libu Ntodea perdana tahun 2019 diselenggarakan di seluruh lokasi bencana likuefaksi Kelurahan Balaroa, Rabu 27 Februari 2019

Saat ini pemerintah Kota Palu telah melakukan valisadi data korban. Terutama data korban pengungsi, baik yang mengunsi di selter-selter,huntara maupun data korban pengungsi di rumah keluarga mereka. Kata Arfan saat menghadiri libu ntodea di halaman SD Transisi, kelurahan Balaroa, Rabu (27/2/2019)malam

Dalam valisadi data itu, ia mengaku mengalami kesulitan, disebabkan karena data yang mereka terima rekapan mengalami perubahan terutama dari kelurahan “masi melakukan validasi, dalam waktu dekat ini sudah rampung” ujurnya.

Data tersebut sangat penting di validasi dan memastikan keakuratannya karena pembagian hunia tetap ( Huntap) mengacu pada itu, serta jaminan hidup dari Kementerian Sosial Republik Indosensia

Nantinya, kata dia, setiap KK akan mendapatkan dana sebesar Rp 3 Juta Rupiah untuk pemenuhan vasilitas dalam rumah seperti kasur bantal dan lain-lain. Sementara, untuk biaya hidup, akan mendapakan Rp 10 ribu perorang dalam sehari. Begitu juga untuk bantuan pemulihan ekonomi, setiap KK akan mendapatkan suntikan data sebesar Rp 5 Juta, dengan harapan dana tersebut dapat dijadikan modal usaha.“untuk itu, tolong kami dibantu dalam validasi data ini,terutama koordinator pengungsi, “ harap Arfan.

Arfan menegaskan, jaminan hidup yang di dapatkan pengungsi di selter-selter, pengunsiang dan Hunian Sementara (huntara) saat ini berupa makan dan lain-lain dari Pemerintah  Kota Palu (pemkot), dan belum ada dari Kementrian Sosial. “ Untuk Kementerian  Sosial belum ada, ini masih dari Pemerintah Kota” jelas Arfan  Sumber : kaili Post

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*