PENCAPAIAN PROGRAM FISIK TRIWULAN IV KOTA PALU “HANYA” MENCAPAI 60,26 PERSEN

Bappeda Palu- berdasarkan hasil evaluasi monitoring program fisik triwulan IV tahun 2018 di peroleh fakta bahwa Pencapain progres pekerjaan progam fisik “hanya”  mencapai 60,26 persen, Menurut Saman Datu Sakka Lebang Selaku Kasubid Monitoring Dan Evaluasi Infarastruktur Dan Lingkungan Bappeda Kota Palu  bahwa pencapaian progres pekerjaan program fisik sebesar 60,26 perse,  diakibatkan oleh bencana yang melanda wilayah Palu,Sigi,Donggala dan Parigi Moutong.   Devisiasi lebih di karnakan pembangunan yang tidak tercapai sepertri pembangunan  jalan,jembatan dan kegiatan yang berkaitan dengan palu nomoni yang tidak terserap anggranya.

Dalam Anggran perubahan untuk anggran yang tidak termanfaatkan dikarnakan bencana di ahlikan pengunananya untuk  kegiatan – kegiatan yang mendukung pemulihan paska bencana seperti di Dinas Pendidikan ada bantuan seragam untuk siswa yang terkena bencana gempa dan likuifaksi, di PU ada rehap jalan kelurahan  balaroa dan petobo dan pemeliharan jaringan air bersih.

Pelaksanaan kegiatan di beberapa OPD mengalami keterlambatan disebabkan lambatnya proses lelang, meubeler dan peralatan kantor banyak yang hilang pasca bencana alam 28 September 2018, banyak pekerjaan khususnya infrastruktur  rusak berat akibat bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda kota Palu pada tanggal 28 September 2018,pekerjaan DAK Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan tidak dilanjutkan pasca bencana alam,ada beberapa pekerjaan yang tidak dapat dilanjutkan karena lokasi pekerjaan berada di wilayah terdampak bencana.Adapaun beberapa OPD yang terbesar defisiasinya seperti  Bidang  Ekonomi Keuangan ada di  Dinas Koprasi, diBidang Sosial dan Budaya ada di Dinas Sosial, dan Bidang Infrastruktur Dan Lingkungan ada di Dinas PU dan Dinas  Kominfo.

Atas permasalahan yang didapatkan dari hasil kegiatan monitoring pembangunan Triwulan 4 (Empat) Tahun Anggaran 2018  di Kota Palu, maka direkomendasikan hal-hal sebagai berikut, Perlu meninjau kembali semua kegiatan infrastrukturt apakah bisa dilanjutkan kembali atau tidak karena banyak lokasi yang terdampak  bencana, perlu menganggarkan kembali meubeler2 kantor yang hilang pasca bencana, perlu adanya peningkatan akurasi data dan perencanaan kegiatan baik dalam hal penentuan lokasi sampai dengan pelaksana kegiatan (pihak ke-3) sehingga dapat dihindarkan potensi masalah yang terjadi.

Saman,mengatakan  hasil Pelaksanaan monitoring menghasilkan informasi tentang kondisi riil pembangunan di masyarakat sehingga dapat dijadikan bahan masukan dan dasar sudah sesuai dengan dokumen perencanaan dan kebutuhan masyarakat Kota Palu. Pengambilan keputusan atau kebijakan tentang program dan kegiatan di tahun anggaran berikutnya, sehingga program dan kegiatan pembangunan kedepannya dapat lebih tepat sasaran dan terserap lebih  berkualitas,pungkas Saman mengakhiri pembicaraan. (FM)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*