PERUSDA Melakukan Kerjasama Pemanfaatan Hutan Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Banawa Lalundu

Senin, 14 Mei 2018, bertempat di Ruang Kerja Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Perusahaan Daerah (PERUSDA) mengikuti Rapat tentang Kerjasama Pemanfaatan Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Banawa Lalundu berupa Pemanfaatan Jasa Lingkungan yang dihadiri BPHP XII Palu, BPDAS Palu Poso, PERUSDA Kota Palu, Dinas PU Kota Palu.

Dalam rangka mendukung program pemanfaatan hutan untuk tujuan wisata di Kota Palu, selaras peneguhan Visi dan Tujuan Jangka Menengah Pemerintah Kota Palu yaitu sebagai kota Destinasi Tahun 2021, dan menegaskan Visi Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjadi daerah yang unggul, mandiri dan berdaya saing. Maka Pemerintah Kota Palu menginisiasi berbagai program prioritas khususnya di kawasan yang selama ini kurang mendapat sentuhan pembangunan (daerah hinter land), sehingga terkesan menjadi daerah yang terbelakang, padahal sesunggunhnya memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan menjadi kawasan yang unggul di bidang Pariwisata.

Kerjasama pemanfaatan kawasan lindung sebagai ekowisata, menjadi kawasan minat khusus yang spesifik, dengan dipadukan dengan pengembangan daya dukung kawasan hutan, melalui introduksi tanaman yang berciri hightvulue crop, berdimensi ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat/kearifan lokal, sehingga menjadi tempat baru pengembangan wisata yang bernilai jual tinggi dengan tetap mempertahankan dan meningkatkan kondisi eksisting hutan setempat agar tetap berfungsi.

Rencana pemanfaatan ekonomi minat khusus di Salena Kelurahan Buluri, menggunakan arahan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah dan Rencana Tata Ruang Kota Palu, yaitu dengan memperhatikan kaidah kelestarian lingkungan dan mitigasi terhadap potensi degradasi lingkungan akibat pelaksanaan rencana pelaksanaan kegiatan.

Luas lokasi yang dimohonkan kerjasama pemanfaatan, secara administrasi berada di Kelurahan Buluri, berada dalam kelompok wilayah hutan lindung di KPH Banawa-Lalundu unit VII, luas keseluruhan lokasi yang direncanakan seluas 510 Ha dan dalam pemanfaatan jasa lingkungan pada kawasan hutan lindung dengan kegiatan ekowisata di wilayah Kelurahan Buluri, yang akan ditunjang dengan infrastruktur dan kelengkapannya seluas 60 Ha serta pengembangan tanaman kehutanan dan pertanian 450 Ha.

Adapun aktifitas yang akan dikembangkan di wilayah Salena yaitu Wisata Paralayang dengan ketinggian 800 dan 500, Wisata Flying Fox dengan ketinggian 800 dan 500, Wisata Sepeda Gunung Down hill dengan track sepanjang 2,5 Km, Pengembangan Budidaya Agrowisata dengan pola Agro forestry, penyediaan Saranadan Prasarana Kawasan , Konservasi SDA Kawasan, Wisata Budaya Lekatu, Kelembagaan dan Pengembangan SDM, Penataan dan Pengembangan Ruang IKM / UKM.

Ibnu Mundzir selaku Kabid Data dan Informasi Bappeda Kota Palu berharap “Pelaksanaan eko wisata minat khusus di Salena dapat berjalan dengan baik, sehingga pendekatan yang dilakukan dengan cara menjadikan wilayah Salena menjadi pusat pertumbuhan wisata minat khusus baru, sembari terlaksananya pengelolaan hutan secara lestari dan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas wilayah dan daya dukung kawasan dengan melalui penciptaan ikon destinasi baru pariwisata di Kota Palu”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*