Pemkot Dengar Aspirasi Kelompok Inklusif*

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, kembali menghelat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) inklusif untuk menampung aspirasi kelompok Silent Minoritybertempat di Restoran Kampung Nelayan, Sabtu (10/3/2018).

Bappeda Kota Palu menghelat acara musrenbang inklusif untuk komunitas dan kelompok masyarakat yang selama ini hampir tidak pernah dilibatkan dalam siklus perencanaan pembangunan yang mainstream.

Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi Bappeda Kota Palu, Ibnu Mundzir, kegiatan ini sudah dua kali dilaksanakan, dan hasilnya hampir 70 persen aspirasi saat musrenbang inklusif tahun lalu dapat di absorb dalam program dan kegiatan yang ada di masing-masing OPD Pemerintah Kota Palu.

Untuk Musrenbang inklusif tahun ini, agak berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu, perbedaannya adalah dari siklus dan tahapan pelaksanaan. Jika tahun lalu lebih dominan pihak pemerintah dalam hal ini OPD yang berbicara tentang berbagai programnya, namun tahun ini dibalik.

“Masyarakat atau komunitaslah yang mendominasi untuk berbicara tentang berbagai fakta, tawaran solusi dan OPD,” ujarnya.

Pada Musrenbang inklusif tahun ini, ada tujuh komunitas yang mempresentasikan, hasil musrenbang di kelompok mereka, yaitu kelompok Kesehatan Mental, ODHA (orang dengan HIV AIDS), kelompok Pemulung, kelompok korban pelanggaran HAM, kelompok Difable dan kelompok perempuan dan anak korban kekerasan.

Acaranya yang dibuka oleh Asisten Kepegawaian dan Umum Setda Kota Palu, ir. Muhlis ABD. Umar dan diakhiri dengan perform lagu tentang inklusif yang dibawa oleh Nurlela Lamasitudju dari SKP HAM dan kelompok inklusif lainnya.

Ditambahkan  Arfan, Kepala Bappeda Kota Palu, bahwa setelah belajar dari pengalaman pelaksanaan Musrenbang inklusif ini, maka tahun depan akan dibuat metode yang jauh lebih menarik lagi dan lebih banyak kelompok komunitas yang dilibatkan, kata dia.

“Sebab banyak sekali informasi bagus yang dapat diserap menjadi program prioritas dalam penyusunan RKPD dan Renja OPD tahun 2019,” ujarnya

Diantara hasil Musrenbang Inklusif tahun lalu yang masuk dalam program kegiatan tahun ini seperti revitalisasi makam dan benda yang memiliki khasanah kebudayaan lokal, pembuatan rumah aman, bantuan alat bagi kaum Difable dan beberapa OPD telah menerima kaum Difable sebagai karyawan untuk bekerja diinstansi Pemerintah Kota Palu.

*berita Diambil dari koran Mercusuar pada Tanggal 13/3/2018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*