Usulan APBN 2019, dari Kota Palu mengunakan aplikasi SIMLARAS dibahas pada Rakortek II di Lombok

Palu 02/03/2018, Tindak lanjut usulan pembiayaan menggunakan APBN tahun 2019, menggunakan Aplikasi SIMLARAS, untuk pelaksanaannya maka  Bappeda Kota Palu mengundang pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran pemerintah Kota Palu yang memiliki usulkan pembiayaan program dan kegiatannya melalui  sumber APBN.  Dalam pelaksanannya menggunakan Aplikasi SIMLARAS, yang berbasis on line.  Bappeda Kota Palu telah melakukan verifikasi dan validasi berbagai usulan yang diinput di sistem SIMLARAS tersebut, sedangkan OPD yang terlibat pengusulan tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi, UMKM, BLH. Dalam pengimputanya masing-masing OPD dicek menyangkut kesesuaian dengan arahan kebijakan nasional serta mendukung percepatan visi walikota palu.

Dalam Aplikasi SIMLARAS ini digunakan sebagai wadah untuk menginformasikan Perencanaan Pemerintah Pusat kepada daerah dan memberikan peluang Pemerintah Daerah untuk mengusulkan kegiatan yang mendukung Perencanaan Pemerintah di Pusat, sehingga Perencanaan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat selaras untuk mendukung Pembangunan Nasional.

“ hasil inputan masing-masing OPD selanjutnya akan di desk pada  rapat koordinasi teknis pembangunan untuk wilayah 2, dan kegiatan ini adalah untuk mendukung pembiayaan program prioritas pemerintah pusat, kegiatan tersebut  akan dilaksanakan di Lombok”  Ujar Romi Sandi Agung, selaku Kepala Bagian Monitoring dan Evaluasi Bappeda Kota Palu.

Menurut Romy, beberapa usulan yang telah dibahas dan memperoleh signal positif dari hasil desk pada kegiatan di lombok untuk mendapat pembiayaan APBN 2019 diantaranya yaitu bidang lingkungan hidup, berupa kegiatan pemulihan pasca tambang seluas 2,7 ha, penanaman mangrove, penanaman bambu dan pemantauan kualitas air, adapun untuk pertanian berupa peningkatan produksi padi seluas 225 ha, peningkatan produksi jagung seluas 600 ha, pengembangan bawang merah seluas 30 ha, pengembangan kawasan aneka cabai seluas 50 ha, pengembangan kawasan pisang seluas 60 ha, serta dukungan fasilitas Rumah Potong Hewan.

“untuk desk penanaman modal, ada usulan berupa penguatan kelembagan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) palu, untuk bidang pendidikan yang mendapat signal yaitu peningkatan tentang Pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah, berupa pelatihan kompetansi guru mata pelajaran SMP, pelatihan guru kelas dan kepala sekolah untuk SD dan pelatihan guru TK” pungkas Romy mengakhiri pembicaraan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*