Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Hidayat dan Sigit Purnomo Said (Kota Palu dari Kampung Besar menjadi Kota Metro)*

Dari hampir seperdua periode masa kepemimpinan Hidayat selaku Wali Kota Palu didampingi Wakilnya Sigit Purnomo Said, telah banyak capaian dan perubahan yang dihasilkan, misalnya dari segi pembangunan infrastruktur dan sebagainya

Tak bisa dipungkiri, duet pasangan dengan Visi Misi Palu sebagai Kota Jasa, Berbudaya dan Beradat, Dilandasi Iman dan Taqwa itu cukup sukses. Sehingga tidak sedikit warga yang gembira dan sangat mendukung terselenggaranya program-program yang kebanyakan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat secara umum.

Gebrakan terus dilakukan dalam mengisi sisa waktu jabatannya, bahkan seringkali di berbagai kesempatan, Walikot Hidayat kerapkali berstatemen untuk memaksimalkan periode kepemimpinannya selama 5 tahun saja dan tidak berpikir untuk melanjutkan pada periode berikutnya.

Berdasarkan pantauan media ini, selama 2 tahun kepemimpinannya, Hidayat bekerja tanpa mengenal waktu pagi, siang dan malam.

“Allah SWT telah memberi saya kesempatan selaku putera daerah Kaili untuk membangun Kota Palu sehingga saya memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena kalau kota ini indah dan bersih tentunya kita seluruh warga kota Palu pula yang akan menikmatinya dan bangga karenanya,” kata Hidayat beberapa waktu lalu

Keberhasilan Walikota sejauh ini adalah buah dari kerja kerasnya yang sangat mencintai pekerjaan dan sangat memiliki ritme kerja yang tinggi sehingga dalam rangka mewujudkan visi misinya dirinya berharap bahwa para jajaran pimpinan OPD harus benar-benar mampu seiring senada dengan program yang dilakukan oleh masing-masing.

Berikut sejumlah pencapaian yang telah digapai baik itu yang telah berjalan dan yang sedang dijalankan.

Pemberlakuan Sekolah Bebas Pungutan Tingkat SD/SMP

Usai dilantik salah satu Program yang sangat menyenangkan bagi Warga ketika itu dimana Walikota Palu langsung membebaskan berbagai macam biaya pungutan disekolah sekolah mulai tingkat TK.SD dan SMP sekota Palu yang merupakan kewenangan pemerintah Kota, Program yang notabene Pro Rakyat inipun awalnya harus memaksakan mantan Bupati Sigi Hidayat ini harus bersikap tegas karena adanya ulah sejumlah oknum kepesek yang mencoba melabrak aturan tersebut,bahkan dirinya pun harus membongkar atau merotasi sejumlah pejabat di OPD terkait yang dianggap telah berseberangan dengan program tersebut, ini dibuktikannya yang mengakibatkan sejumlah kepsek yang didapai melakukan kong kali kong atau masih melakukan Pungutan itu harus di tenggelamkan dari jabatannya

Penertiban/ Penataan Pasar Manonda Palu

Pasar manonda sepanjang tahun dikenal dengan pasar tradisional yang sangat Jorok dan sempit karena pedagang berhamburan di sejumlah bahu jalan dan sulit untuk ditertibkan namun dengan tangan dingin Pemkot Palu saat ini dalam waktu yang tidaklah terlalu lama masalah yang sudah ada dari tahun ke tahun itu dapat teratasi, sekalipun sampai kini pemkot masih terus melakukan pengawasaan dan pemantauan dipasar tersebut dengan memasang sat pol PP untuk mengamaati disetiap waktu baik siang dan malam, bisa dibilang inilah salah satu karya terbesarnya yang telah mampu menyulap pasar Inpes manonda yang kotor dan sempit itu menjadi pasar yang bersih dan tertib, walaupun dalam perjalannya tidaklah mulus pula karena terjadi sejumlah insiden dan perlawana dari para pedagang yang menolak untuk ditertibkan dengan berjualan kedalam pasar.

“Palu Kana Mapande” pengembangan Karakter Anak  

Pada sektor Pendidikan selaindari pemebebasan Pungutan disekolah Hidayat-Sigit juga menggelontorkan Program Palu Kan mapande dimana program ini adalah merup[aka upaya pembentukan karakter siswa dengan menambahkan jam pelajaran agama pada sore hari yang ditindak lanjuti dengan memberikan apresiasi penamatan siswa disetiap semsternya diberlakukan bagi seluruh Sekolah sekolah yang ada dikota Palu

Puskesmas Gratis Sore Hingga Malam Hari

Gebrakan lain lahir pada Sector Kesehatan yakni selain meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang ada seperti rehab dan pembangunan puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan lainnya Pemkot Juga telah memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang berobat pada pukul 16.00 sore hingga pukul pukul 20.00 malam secara Cuma Cuma (Gratis)

Pembangunan Infrastruktur Berbasis Kawasan

Salah Satu upaya untuk mewujudkan Tematik palu kota Jasa maka dibutuhkan suatu kesiapan untuk itu dimana palu harus memiliki daya tarik wisatawan sehingga selain dari persoalan kebersiahan juga ada keindahan dengan melakukan penataaan dan pembangunan sarana public yang meliputi jalan drainase dan trotoar sehingga kini telah nampak disejumlah sudut kota Palu telah sangat membaik yang dibangun secara kawasan ini dimaksudkan agar pembangunan di konsentrasikan pada suatu kawasan untuk menciptakan infrastruktur yang berkualitas , bermanfaat dan memiliki estetika, selain perbaikan sejumlah ruas jalan drainase serta trotoar tercatat ada sebanyak dua buah jembatan yang telah dibangun di tahun 2017 lalu.

Konsep Ekonomi Berbasis Ekonomi Makro

Dalam sector Ekonomi Pemkot terus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi Makro dengan pemberdayaan para Kelompok Usaha Kecil yang ada ditengah masyarakat dengan membina dalam mengelola keterampilan mereka agar memiliki kualitas yang baik dan menjadi keunggulan local dikota Palu bahkan pemkot juga berupaya mengawal baik itu dari konsep pemasarannya hingga memberi pendampingan tentang cara manajemen dalam mengelola usaha mereka yang melibatkan pihak perbankan

Tim Satgas K5 Pelopor Kesadaran Masyarakat

Pemkot Juga telah membentuk suatu Tim Kerja yang diberi nama Satuan Tugas (Satgas) K5 di setiap kelurahan se kota Palu dimana. Satgas K5 ini merupakan Tim kerja yang melibatkan berbagai komponen seperti tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat, pemerintah serta TNI/Polri, yang bertugas menciptakan Kebersihan, Keamanan Ketertiban, Keindahan, dan Kenyamanan (K5).Satgas K5 walaupun dalam perjalanannya ini merupakan ujung tombak yang akan memprofokasi masyarakat dalam hal kebersihan lingkungan, namun program ini pun belum lah berjalan maksimal seperti yang diharapkan karena sebagian Satgas K5 yang ada belumlah menjalankan fungsi dan tugas tugas seperti apa yang diharapkan.

Pengukuhan Lembaga Adat se-Kota Palu

Dalam menjaga Nilai Nilai Toleransi Kegotong Royongan dan kekeluargaan ditengah masyarakat duet pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertagline “Masintuvu Kita Maroso, Morambanga Kita Marisi” ini juga telah mengukuhkan peran lembaga adat dikota Palu,lembaga ini diharapkan dapat maksimala dalam menjaga norma social yang ada ditengah masyarakat dimana lembaga adat ini dapat menjadi solusi dalam penyelasaian persoalan persoalan sosial yang ada ditengah masyarakat,dimana penyelesaian persoalan yang dimaksud bukan mengarah kepada hukum positif yang ada diindonesia, melainkan hukum adat ini adalah langkah upaya perdamaian yang diputuskan dengan mengedepankan musyawarah (motangara) dalam menyelesaikan berbagai persoalan,sehingga dalam hal perekrutan sosok pimpinan yang berperan pada lembaga adat ini pun dilakukan dengan proses seleksi pula, dengan harapan tokoh Informal yang menjabat tersebut benar benar netral dan bersih dari Politik sebagai panutan bagi masyarakat setempat.

Gerakan Gali Gasa (3G) Primadona Sektor Kebersihan

Dalam hal kebersihan, sejak tahun 2016 lalu Pemkot juga telah mencanangkan Gerakan Gali Gasa (3G) yang berarti gerakan bersih dan lebih bersih (Kinclong) yang telah banyak mendapat dukungan baik pemerintah pusat hingga lintas negara Negara, seperti Kesultanan Pahang, Malaysia, walaupun persoalan kebersihan dikota Palu belumlah tuntas dan masih menjadi tantangan pemerintah hingga kini dimana  salah satu penyebabnya yakni belum adanya kesadaran warga secara global tentang persoalan tersebut

Konsep Pengembangan Kawasan Wisata

Sebagai upaya menuju Kota Destinasi pemkot kini telah membenahi berbagai hal untuk itu dengan konsep yang di tampilkan Palu yang memiliki keindahan pada 4 dimensi yakni Gunung,Bukit Laut dan Teluk itu kini telah dilakukan penataan,terkait itu salah satu promosi wisata yang dilakuakan yakni dengan di helatnya Festival Pesona Palu Nomoni yang telah sebanyak 2 kali dilaksanakan, ajang ini pun telah menggaungkan nama palu menasional bahkan hingga kesejumlah Negara tetangga Indonesia, namun itu dinilai belumlah cukup sehingga kedepan Pemkot telah menyiapkan sejumlah lokasi wisata yang akan memiliki daya tarik besar bagi wisatawan seperti di kawasan Uventumbu, Salena dan Hutan kota yang akan menjadi Ikon Primadona terkait sarana pulik karena didalamnya akan di fasilitasi oleh berbagai sarana dan prasaran olahraga serta berbagai fasilitas public lainnya.

Fokuskan Sektor Holtikultura Tahun Depan

Pada sector ini pula disejumlah wilayah kota Palu pemkot telah menggenjotnya dengan penanaman buah dan Komoditi lainnya dimana Program ini menyasar pada pemanfaatan lahan lahan tidur yang ada dengan system pengelolaan berbasis kelompok masyarakat setempat,dalam upaya memberikan hasil maksimal dari sektor ini  pemkot membantu mengawal kelompok kelompok petani yang ada hingga mereka berhasil, dan program ini pula yang dinyatakan Walikota Palu Hidayat belum lama ini bahwa pada tahun 2019 depan  pihaknya akan fokus pada sektor Holtikultura. (HAMID)

(*Tulisan Ini diambil dari Koran Media Alkhairat (MAL) Terbitan Rabu 28 Februari 2018)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*