Tiga Pekerjaan di Dinas PU Melompat ke 2016, Dewan Dukung Pemberian Sanksi untuk Rekanan

Beberapa pekerjaan di Dinas PU Kota dipastikan tidak akan tuntas hingga batas akhir waktu pengerjaan di tahun anggaran 2016 atau melompat ke tahun 2016. Beberapa pekerjaan yang harus melompat ke tahun 2016 tersebut adalah pekerjaan jalan di Zebra IV, Pekerjaan Jalan di sekitar Pasar Inpres dan Pembangunan Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Menurut Anggota Komisi C Hamsir BE, tidak masalah jika pekerjaan tersebut harus menyeberang tahun.

“Pelaksanaan pekerjaan tetap jalan terus. Nanti sudah tiba saat kontrak selesai, maka rekanan harus didenda,” kata Hamsir.

Hamsir sendiri mengaku tidak tahu berapa denda untuk rekanan yang tidak menuntaskan pekerjaan itu.

“Yang jelas anggaran untuk pekerjaan yang tidak tuntas tersebut akan menjadi sisa lebih perhitungan akan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa),” kata Hamsir.

Anggaran untuk tiga pekerjaan yang menjadi silpa tersebut, kata Hamsir, akan dianggarkan kembali dalam APBDP 2017.

“Yang jelas untuk pekerjaan yang tidak tuntas silakan jalani sesuai prosedural.”

Yang jelas pekerjaan fisik harus jalan terus sampai selesai.

“Sebenarnya yang rugi akibat pekerjaan tidak tuntas sesuai batas waktu adalah kontraktor itu sendiri,” kata Hamsir.

Sementara Wakil Ketua Komisi C, Anwar Lanasi mengatakan, Pemkot harus memberi sanksi terhadap pihak rekanan.

Kelalaian rekanan kata dia yang menjadi penyebab tidak selesainya pekerjaan hingga batas akhir yang ditetapkan.

“Sanksi seperti ini akan membuat rekanan lain untuk komitmen menuntaskan pekerjaan proyeknya sesuai tenggang waktu kontrak kerja yang ada,” jelasnya. (Harian Umum Radar Sulteng/zai)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*