PLN Siapkan Pasokan Listrik di KEK Palu

Perekenomoian di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu terus mengalami pertumbuhan. Apalagi ibukota provinsi Sulteng ini ditetapkannya menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Untuk menunjang perkembangan KEK, salah satunya adalah ketersediaan pasokan listrik yang memadai.

PLN sebagai penopang perekonomian melalui energi listrik, siap mendukung ketersediaan listrik di KEK Palu. Demikian itu ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepakatan antara PT PLN (Persero) dengan PT Bangun Palu Sulteng (BPS). Penandatanganan MoU antara GM PLN Suluttenggo Baringin Nababan dan Direktur PT BPS Mulhanan Tombolotutu tersebut berlangsung di aula kantor PLN Area Palu, Selasa (15/11), dan turut dihadiri Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djangola M.Si, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) PLN Machnizon Masri, GM PLN Wilayah Suluttenggo Baringin Nababan, dan GM Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulbagut Octavianus Padudung.

Dalam kesempatan itu, Machnizon memaparkan tentan gkondisi kelistrikan dan pengembangan sistem ketenagalistrikan di Sulteng, di mana untuk Suluttengo sendiri memiliki daya mampu saat ini 595 MW dengan beban puncak 510 MW. Sehingga kata Macnhizon, PLN Suluttenggo masih surplus 85 MW.

Diungkapkannya pula bahwa 2016 ini, sistem kelistrikan transmisi Sulteng (Palu, Poso) telah terinterkoneksi dengan sistem Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat. Tetapi, kata dia, itu belum terkoneksi ke sub sistem Ampana, Luwuk, Toili, Kolonodale, Bungku.

“Di tahun 2018, direncanakan sistem kelistrikan Sulteng telah terinterkoneksi dengan Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara,” terangnya.

Beberapa bentuk dukungan penuh PLN pada KEK Palu diantaranya dengan menyiapkan JTM (jaringan Tegangan Menengah) yang akan diambil dari lokasi jaringan PLN yang paling dekat, yaitu PLTU Mpanau, untuk memudahkan pasokan aliran listrik dan menjaga keandalan pasokan listrik. Selain itu, suplai pasokan listirk KEK juga diperkuat dengan pembangunan SUTM Feeder Khusus Pelayanan KEK20 kilo Volt (kV) double circuit sepanjang 4,5 kilometer sirkuit (kms).

Untuk mengantisipasi kebutuhan listrik KEK Palu ke depan, PLN merencanakan akan membangun Gardu Induk 150 kV dengan lahan yang dipersiapkan oleh pengelola KEK Palu, yang nantinya akan khusus melayani pelanggan yang berada di kawasan KEK Palu. Selain itu, PLN juga mempersiapkan pembangunan PLTU Palu 3 berkapasitas 100 MW yang berlokasi di kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

“Karena KEK ini punya potensi yang sangat baik untuk mendukung perekonomian nasional KEK ini juga akan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, PLN akan memberikan prioritas khusus,” tutur Machnizon dalam pemaparannya.

Selanjutnya, Gubernur Sulteng Longki Djangola mengapresiasi kerja sama yang dibangun PT PLN dan PT BPS tersebut. Gubernur pun mendukung penuh langkah PLN dalam menopang pasokan listrik di KEK Palu.

“KEK ini juga akan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi memiliki potensi dan keunggulan secara geoekonomi dna geostrategis. Untuk itu, PLN harus bisa memberikan prioritas bagi pasokan listrik daerah KEK, sehingga banyak investor yang tertarik pada KEK Palu,” harapnya. (Harian Umum Radar Sulteng/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*