Akses Jalan ke Uentumbu Butuh Perhatian Pemerintah

Sedikitnya 300 lebih KK yang menghuni wilayah terpencil Uentumbu di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, terancam terisolir. Ratusan warga yang sehari-harinya menggunakan dialog campuran Kaili Tara dan Ledo itu, resah akibat sejumlah titik jalan yang mereka lalui terancam putus, gara-gara diterjang banjir akibat luapan Sungai Kawatuna kurun dua bulan terakhir.

Sepanjang jalan ke Uentumbu yang berada di sekitar anak sungai, nyaris tidak ada yang tersisa saat banjir datang. Masyarakat Uentumbu yang umumnya menggantungkan hidup dari hasil perkebunan, meminta agar jalan satu-satunya yang menjadi penghubung itu dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Palu maupun Provinsi Sulteng.

“Sekarang ini, memang warga bisa lalui. Tapi butuh perjuangan, karena harus melalui sepanjang anak sungai,” tutur Ketua RT02/RW05 Uentumbu, Udin, baru-baru ini.

Proses pembukaan jalan ketika akses jalan terputus, dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Kendati menggunakan alat seadanya, tidak membuat warga putus asa.

“Ini supaya bisa dilintasi anak-anak kami yang pergi ke sekolah. Tidak mungkin kami tidak perbaiki jalannya. Belum lagi harus membawa hasil kebun untuk dijual ke pasar. Jadi, mau tidak mau harus diperbaiki dulu,” beber Udin saat pembagian sembako yang dilaksanakan Dinkes Kota Palu di Uentumbu hari itu.

Sudah puluhan tahun akses jalan menuju Uentumbu tidak pernah diperhatikan Pemerintah Kota Palu. Warga Uentumbu katanya, hanya dimanfaatkan suaranya apda saat pemilihan umum. Tanpa pernah menindaklanjuti apa keinginan masyarakat di wilayah itu.

“Kalau waktu kampanye tiba pileg maupun pemilihan wali kota, banyak orang datang ke sini. Tidak tahu dari mana semua. Ada yang bilang perbaiki jalan, sekolah gratis, dan lain-lain. Tidak bisa dihitung dan ditahu siapa semua sudah datang di sini. Satu saja kami minta, bangunkan kami akses jalan lain dan lebih bagus. Agar setiap kali banjir datang, kami tidak lagi resah,” pinta Udin. (Harian Umum Radar Sulteng/ mul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*