Bayar Pajak Kendaraan Tidak Butuh Waktu Lama

Pembayaran pajak kendaraan, dan perpanjangan 5 tahun STNK di kantor Samsat Palu, tidak membutuhkan waktu lama. Dari pantauan Radar Sulteng, Jumat (21/10), suasana pelayanan berjalan lancar. Masyarakat yang mengantre di loket pembayaran pajak dan perpanjangan STNK sekitar pukul 11.00 WITA kala itu, hanya terlihat beberapa orang yang menunggu gilirannya dipanggil.

Demikian itu juga diakui salah seorang warga wajib pajak, Muh. Akbar Salah, yang waktu itu hendak membayar pajak kendaraannya. Dia mengatakan, pelayanan yang diberikan Samsat cukup baik. Jika ada masyarakat yang bingung mengenai proses pembayaran, maka petugas akan mengarahkan.

“Datang langsung dicek persyaratannya, dan disuruh menunggu giliran dipanggil nama,” ungkapnya.

Akbar mengaku membayar pajak sesuai dengan yang tertera di dalam bukti pembayaran pajak. Tidak ada permintaan untuk membayar biaya administrasi atau selain pembayaran biaya pajak.

“Saya baru tadi Rp 280 ribu, dan ketika saya cek di lembar wajib pajak memang segitu tidak ada lebih-lebihnya,” sebut Akbar.

Berdasarkan pengalamannya saat membayar pajak kendaraannya, Akbar menerangkan, dari awal proses pembayaran wajib pajak hingga selesai membutuhkan hanya 1 jam. Mulai dari proses pemeriksaan dokumen, hingga lama mengantre.

“Saya tadi datang pukul 10.00 WITA lebih sedikit dan sekarang sudah jam 11 WITA, jadi prosesnya sekitar 1 jam. Jika banyak yang membayar pajak bisa lebih lama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Sulteng Kompol Sunarjo SH mengatakan, persyaratan pembuatan STNK baru yaitu kendaraan yang akan diregistrasi, kendaraan tersebut akan dicek fisik dan nomor mesinnya, serta surat laporan dari kepolisian.

“Namun untuk kendaraan baru masyarakat tidak perlu susah membuat STNK lagi, karena biasa dealer tempat pembelian motor sudah mengurus dan menyediakan STNK,” ungkapnya.

Diuraikannya, untuk perpanjangan STNK selama 5 tahun persyaratannya, kendaraan harus dibawa ke Kantor Samsat. Itu dilakukan untuk dicek fisik. Kemudian membawa fotokopi KTP pemilik kendaraan.

“Setelah persyaratannya lengkap, didaftarkan ke petugas dicek seluruh kelengkapan persyaratannya,” terangnya.

Menurut Sunarjo, setelah lengkap seluruh persyaratannya petugas akan membawanya ke loket pajak dan kemudian ke kasir bank pajak dan BMBP. Setelah itu, kemudian ke tempat pencetakan STNK.

“Di kasir pajak, pemohon membayar pajak dan STNK baru yang dicetak,” katanya.

Sedangkan untuk persyaratan pembayaran pajak per tahun, imbuh Sunarjo, cukup membawa STNK lama. Mendaftar di loket pendaftaran, lalu menunggu antrean membayar pajak. Setelah itu, STNK dibawa ke loket pengesahan, dan prosesnya tidak memerlukan waktu lama.

“Pada lembar STNK terdapat 5 kolom yang disebut kolom pengesahan, setiap tahunnya ketika membayar pajak kolom itu disahkan sebagai bukti membayar pajak,” jelasnya lagi.

Diterangkannya juga bahwa pembayaran pajak bervariasi jumlahnya tergantung jenis kendaraan, CC kendaraan, dan tahun pembuatan kendarana. Namun untuk pembayaran STNK sudah jelas sesuai PP No. 10 tahun 2010.

“Jika kendaraan roda dua Rp 50 ribu untuk STNK, dan 30 ribu untuk plat nomor. Kendaraan roda 4 membayar plat nomor Rp 50 ribu, STNK Rp 75 ribu,” urai Sunarjo.

Jika ada masyarakat yang menunggak pembayaran pajak, lanjut Sunarjo, akan dikenakan denda sebesar 20 persen dari nilai wajib pajak.

“Setiap tahunnya jika menunggak membayar pajak akan dikenakan denda sebesar 20 persen, begitu pula tahun berikutnya tidak ada kenaikan harga,” pungkasnya. (Harian Umum Radar Sulteng/cr1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*