Tamat Sudah Reklamasi, Teluk Palu Tidak Diperuntukkan Ditimbun

Masyarakat Kota Palu yang sebelumnya tidak menginginkan adanya reklamasi Teluk Palu, saatnya untuk tersenyum lebar. Sebab, aktivitas reklamasi Teluk Palu yang beberapa bulan terakhir telah dihentikan, bakal dihentikan secara permanen. Tidak akan ada lagi lanjutan reklamasi di Pantai Talise dan Pantai Taman Ria.

Ini dibuktikan dengan plang pengumuman peringatan sudah dipasang di lokasi reklamasi Teluk Palu yang berada di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, dan di Pantai Taman Ria, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Pemasangan plang dilakukan sejak Senin (31/10) yang tersebar di tujuh titik. Selain dipasang di area reklamasi, plang yang sama juga dipasang di Buluri, Mamboro, dan Tawaeli.

Yang memasang pengumuman itu yakkni pihak Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Instansi ini secara tegas menyatakan bahwa aktivitas penimbunan pantai di lokasi tersebut tidak boleh dilakukan lagi alias berhenti total.

“Di dalam Perda sudah jelas. Di lokasi itu (yang dipasangi pengumuman) tidak direncanakan peruntukkannya untuk reklamasi. Kalau nanti ada aktivitas lagi, kami akan tindaki bersama dengan Pemrov Sulteng,” kata Kepala Seksi Penertiban Wilayah III Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN Direktorat Jendral Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Andri Novasari ST MA, Selasa (1/11) di Palu.

Penindakan tersebut telah dijelaskan secara gamblang pada plang pengumuman. Sesuai Perda Kota Palu Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang (RTRW) Kota Palu tahun 2010 – 2030 Pasal 39, menetapkan sempadan pantai sebagai kawasan perlindungan setempat. Sanksi bagi pelanggar ditetapkan dalam Pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Disebutkan bahwa setiap orang yang tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan, yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak 500 juta.

“Ibaratnya sudah diharamkan. Apabila masih terdapat aktivitas reklamasi dari pihak pengembang, kami akan turun menindaki sesuai aturan. Kan sudah jelas diatur dalam Perda,” tegas Andri.
Disinggung soal tindakan instansinya terhadap kondisi Teluk Palu yang kini sudah tertimbun material, Andri mengatakan masih akan menunggu perkembangan proses penyelidikan, dari pihak terkait, penyidik PPNS. Apa sikap selanjutnya, masih menunggu dulu.

“Nanti hasil penyelidikan yang menjawabnya. Plang yang kami pasang itu menegaskan atau mengingatkan, jangan sampai ada timbunan-timbunan baru lagi. Mungkin pihak Pemrov Sulteng juga memberi penjelasan tambahan nanti,” pungkas Andri. (Harian Umum Radar Sulteng/acm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*