PTD dan SC-DRR Kota Palu

Dua program kemitraan yang ikut serta memberikan konstribusi bagi pembangunan di Kota Palu 4 tahun terakhir ini adalah program pembangunan melalui pembangunan atau “Pembangunan Perdamaian” (PTD) dan program Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas atau “Komunitas yang Lebih Aman Melalui Pengurangan Risiko Bencana” (SCDRR) . Program kedua ini didanai oleh badan dunia UNDP (Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa) ini membentuk unit manajemen programnya dalam kerja-kerja bersama Bappeda dan Penanaman Modal Kota Palu.

PTD
Beberapa kegiatan perencanaan formal telah disetujui oleh PTD, misalnya pelaksanaan Musrenbang. Tidak hanya itu, terobosan-terobosan lainnya telah dilakukan untuk mendukung kegiatan-kegiatan Bappeda dan Penanaman Modal Kota Palu.

Pada penghujung tahun 2009, PTD ikut mendukung kegiatan pengumpulan dokumen Rencana Jangka Menengah (RPJM) seluruh kelurahan di dua kecamatan (Palu Barat dan Palu Timur). Memasuki tahun 2010 mempersiapkan dokumen RPJM yang diteruskan untuk kecamatan Palu Utara. Memperbarui kegiatan dukungan PTD lainnya adalah seminar dan lokakarya Penanganan dan Formulasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Teluk Palu.

Secara berkala, PTD juga membuat penjaringan aspirasi warga Kota Palu dengan mendukung salah satu koran lokal yang berjudul “Warga Bertanya, Bappeda Menjawab”. Telah mengumpulkan pesan singkat (SMS) yang masuk untuk memberikan masukan, kritik, saran untuk pembangunan di Kota Palu. Clustering isu dalam sms itu dominan seputar masalah listrik, sampah, dan kebersihan, jalan, perijinan, dan reformasi birokrasi.

SC-DRR
Dibanding PTD, keberadaan SC-DRR memang belum terlalu lama. Namun komitmen dukungan telah diperlihatkan oleh lembaga ini untuk kepentingan pembangunan di Kota Palu. SC-DRR bergerak di isu kebencanaan. Kota Palu dipilih menjadi salah satu selain Kota Yogyakarta adalah karena potensi bencana yang ada, tidak saja bencana alam tapi juga non alam. Telah ditetaskan beberapa inovasi dari kegiatan-kegiatan kerjasama SCDRR dengan pihak NGO lokal.

SC-DRR membagi 3 wilayah penanganannya yang terdiri dari bagian depan (wilayah pesisir pantai), bagian tengah, dan bagian dalam, yang ketiga pembagian wilayah ini adalah hasil identifikasi dari potensi bencana yang ada baik gempa, tsunami, tanah longsor dan banjir.

Beberapa kegiatan yang terkait dengan SC-DRR untuk mendorong perwakilan melakukan penelitian tentang rencana penanggulangan bencana (RPB), termasuk penyusunan peta rawan bencana dan evakuasi, sosialisasi dan diseminasi penanggulangan bencana (PRB) di 4 kecamatan, diskusi-diskusi terfokus dengan para pemangku kepentingan , dan menerbitkan Newsletter untuk tanggap bencana bagi warga.

Komitmen untuk terus mendukung pemerintah Kota Palu oleh PTD dan SC-DRR kedepannya adalah harapan yang harus terus dipelihara dan dikembangkan.

Penulis: Surat Berita Bappeda dan Penanaman Modal Kota Palu
Di Publish Oleh : Administrator


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*