Warga Bantaran Sungai Akan Dipindahkan, Pemkot Janji Tak Ada Penggusuran Sebelum Ada Lahan Pengganti

Tidak ada penggusuran sebelum ada lahan baru. Itulah janji Pemerintah Kota Palu untuk puluhan rumah warga yang terancam direlokasi tahun 2017. Rencana relokasi itu dimulai dari jembatan Palu IV.

Kepala Bagian Humas Pemkot Palu, Aspah menuturkan, pemerintah berencana akan memindahkan warga yang tinggal di bantaran sungai. Sebab puluhan warga tersebut jelas melanggar aturan yang ada dalam hal ini undang-undang Tata Ruang dan Perumahan.

“Tidak boleh tinggal di situ,” katanya.

Dia menyebutkan, saat ini pemkot sedang fokus melakukan kajian dan mempelajari apa saja yang menjadi prioritas dan harus dilaksanakan tahun depan. Soal relokasi di bantaran sungai, kata Aspah, adalah hal yang prioritas.

“Ini berhubungan juga dengan wajah kota. Bukan soal akan ada apa yang dibangun, ini soal aturan yang ada, dan kami lakukan ini juga untuk keselamatan warga,” terangnya.

Saat ini, Aspah mengatakan Pemkot Kota Palu dalam hal ini Wali Kota Palu dan sejumlah instansi terkait telah membicangkan hal ini. Terkait pemindahan warga yang tinggal di bantaran sungai, pemkot akan mencarikan solusi. Sehingga masyarakat diminta tidak perlu khawatir dan cemas.

“Pemkot akan memberikan solusi untuk mengganti lahan warga yang tinggal di bantaran sungai,” sebutnya.

Sebelum melakukan relokasi, pemkot telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Penggusuran pun belum dilakukan sebelum ada solusi yang diberikan pemerintah, dalam hal ini ganti rugi lahan.

“Saya paham apa yang menjadi perasaan masyarakat sekarang, mereka khawatir tetapi tidak usah gelisah karena tugas kami sebagai pemerintah adalah melindungi dan mengayomi masyarakat. Mudah-mudahan kita bisa mencari solusi yang baik. Yang jelas juga ada penggantian lahan,” tandasnya. (Harian Umum Radar Sulteng/jcc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*