Alat Berat dan Mobil Pemadam Dikerahkan Tertibkan Pedagang (30 Juli 2016)

Proses pemindahan pedagang yang berjualan di luar pasar Inpres Manonda akan dimulai hari ini, Sabtu (30/7).
“Satpol PP turun. Kita kasih satu kali lagi tindakan persuasif. Kalau ada lapak yang kita mampu untuk membongkarnya pasti dibongkar, sambil kita beri penjelasan ke mereka,” kata Kepala Bidang Penindakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Palu, Trisno Yunianto.
Trisno menjelaskna, puncak penertiban para pedagang di luar pasar nanti jatuh pada Minggu (31/7) hingga Selasa (2/8).
“Saat itu kami sudah bergabung dengan pihak kepolisian,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, untuk pola penertiban kali ini berubah dari biasanya. Apabila sebelumnya masih bersifat manual, tetapi pembongkaran lapak pedagang dilakukan oleh alat berat.
Sedangkan tugas dari mobil pemadam yang ditempatkan tepat tepat di belakang alat berat akan menyemprot apabila banyak kubangan lumpur.
“Prosedurnya di depan itu ada alat berat kemudian mobil pemadam, lalu pasukan dan kendaraan yang mengangkut puing-puing lapak pedagang,” jelasnya.
Untuk keterlibatan pihak kepolisian, kata Trisno, tidak lain karena menghindari gesekan antar pedagang dna personelnya di lapangan.
“TNI/Polri. Kita dibackup oleh mereka nanti. Semoga tidak ada gesekan, dulu memang sering-sering,” ujarnya.
Namun, Trisno mengakui gesekan ini seharusnya tidak dapat terjadi karena sosialisasi ke pedagang sudah sejak lama disampaikan. Ditambah di dalam pasar sudah ada lahan pedagang yang disiapkan. Untuk pedagang yang belum meiliki tempat diharapkan untuk memilih antara pasar Petobo atau Talise.
“Itu dua alternatif yang bisa menampung pedagang tidak mendapatkan lokasi,” pungkasnya.
Salah seorang pendjual ikan, Jum mengatakan, tidak terlalu mempersoalkan ditertibkannya para pedagang di luar pasar, dengan salah satu syaratnya lokasi yang strategis juga tersedia untuk mereka.
“Saya sendiri belum dapat tempat. Nanti dilihat ketika eksekusinya besok. Pindah atau tidak ke pasar lain,” kata Jum yang mengaku berasal dari Kelurahan Lere ini.
Sementara dari pantauan di lapangan terlihat lapak-lapak pedagang yang sudah mulai ada yang kosong. Tetapi masih banyak juga tenda-tenda yang berdiri di atas badan jalan. (Harian Umum Radar Sulteng/acm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*