Disiagakan Selama Sebulan Penuh, Pol PP yang Turun Penertiban di Pasar Manonda (2 Agustus 2016)

Meski upaya penertiban pedagang di luar Pasar Inpres Manonda, Kecamatan Palu Barat, telah dilakukan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu kurun tiga hari terakhir, namun masih saja ada pedagang yang berani melanggar. Buktinya, lapak dan dagangan mereka angsung dibongkar dan disita oleh Satpol PP.
Di kantor, banyak sekali sayur-sayuran milik pedagang yang terpaksa disita. Termasuk di ruang kerja saya. Kita angkat sekitar pukul 2.00 WITA dini hari (Senin 1/8) di Jalan Cempedak.
Para pedagang masih ditemukan menggunakan badan jalan untuk menggelar jualannya, kata Kepala Bidang Penegak Perundang-undangan Satpol PP Kota Palu, Trisno Yunianto.
Selama penertiban beberapa hari terakhir, berlangsung lancar dan belum ada kendala. Gesekenan fisik tidak ada. Untuk saling bentak sesama pedagang dan aparat Pol PP, sekali dua kali terjadi dan tidak bisa dielakkan.
Untuk selanjutnya, proses penjagaan pedagang yang telah ditertibkan di Pasar Inpres Manonda, akan dilakukan selama 1 x 24 jam. Ratusan orang personel berjaga di lokasi. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat dua bidang dari pasukan penegak perda ini yang saling bergantian melakukan penjagaan secara rutin.
Trisno menjelaskan, kedua bidang tersebut yakni adaah Bidang Penegakan Perda dan Bidang Tibuntransmas.
Dari jam 8 malam hingga jam 8 pagi dijaga oleh Bidang Perda. Kemudian dari jam 8 pagi hingga 6 sore, giliran Bidang Tibuntranmas. Saling shift begitulah, tambah Trisno.
Sesuai arahan dari Wali Kota Palu, emungkinan personelnya akna disiagakan selama satu bulan penuh bertugas melakukan penertiban di pasar tradisional di Kecamatan Palu Barat itu. Namun dia mengakui, status siaga oleh personelnya juga nantinya bisa disesuaikan dengan kondisi dan situasi terkini di lapangan.
Misalnya kalau kondisi anggota kami mulai letih sekali, mungkin kita bisa jeda sedikit. Bukan hanya pedagang yang capek soalnya, tapi petugas juga demikian. Pedagang yang kembali keluar berjualan di pasar, selalu kita kejar. Kalau begitu setiap hari, pusing jug apedagangnya kita bikin, ujar Trisno.
Saat ini, personel satpol PP yang disiagakan di lapangan, telah mendirikan satu tenda di dekat simpang empat Jalan Wr. Supratman, sekitaran kompleks Pasar Inpres Manonda. Di tenda itulah mereka beristirahat sekaligus dijadikan pusat berkumpulnya personel, sebelum turun melakukan patroli rutin setiap hari dan malam.
Kalau masalah penarikan personel kami, tergantung dari Wali Kota Palu. Ada wacana pembuatan pos jaga untuk jangka panjang. Itu sih tergantung dari Pak Wali saja, pungkasnya. (Harian Umum Radar Sulteng/acm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*