Tak Ada Kompromi lagi, Ada Lapak Liar akan Dibongkar (31 Juli 2016)

Ada-ada saja tingkah laku pedagang di Pasar Inpres Manonda ketika ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pau yang di-back up oleh kepolisian dan TNI/Polri diterjunkan untuk penertiban di Pasar Inpres Manonda, Sabtu (30/7). Pasalnya, sambil mendengarkan arahan dari personel Satpol PP untuk mengangkat sendiri lapaknya, salah seorang pedagang malah juga asyik sedang mengasah parang miliknya.
“Tidak ada perlawanan. Terkait isu ada pedagang yang mengasa parangnya itu mungkin untuk keperluan lain, artinya kita berpikir positif,” kata Kepala Satpol PP Kota Palu, Moh. Ridwan.
Sementara itu, agar proses penertiban pedagang berlangsung lancar, ruas jalan dari berbagai arah menuju pasar tersebut ditutup untuk sementara waktu.
Hasilnya, pedagang yang biasanya terlihat berjualan memanfaatkan badan jalan misalnya di Jalan Kenduri, Labu, Bayam, Cempedak dan Kacang Panjang sudah tidak terlihat lagi. Kondisi jalan pun sudah terlihat lebar setelah lapak mereka tersingkir.
Untuk hari kedua penertiban Saptol PP Kota Palu tidak akan memberi kompromi lagi bagi para pedagang yang masih terlihat berjualan di badan jalan.
“Sudah tidak ada kompromi lagi besok (Minggu, 31/7) ada lapak liar bongkar, ada lagi bongkar, dan diangkat dengan gerobak-gerobaknya. Pedagang yang tidak ingin diatur ya silahkan menjual di mana asal tempat tinggalnya,” ujar Ridwan.
Lurah Kamonji, Muhsin Ahmad SH menambahkan, sebelum masuknya pedagang yang di luar pasar pihak kelurahan sudah mengantisipasi pembersihan yang dilakukan oleh anggota padat karya.
Dengan adanya penertiban, ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk menjaga pedagang agar tidak berjualan kembali di luar pasar.
“Kita tinggal menunggu perintah dari atas untuk ditindaklanjuti oleh Pol PP dan kerjasama dengan pihak kelurahan. Itu yang kita kerjakan selama ini,” pungkas Muhsin. (Harian Umum Radar Sulteng/acm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*