Warga Dilarang Membangun di Sempadan Sungai (14 Juni 2016)

Sungai Poboya yang muaranya melewati Sungai Tanamodindi hingga ke sungai Pondo, Kelurahan Talise, kini telah dipasang tanda larangan. Tanda itu dikeluarkan oleh Dinas Penataan Ruang dan Perumahan (DPRP) Kota Palu, diapsang beberapa pekan terakhir, berisi peringatan kepada masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di daerah sempadan sungai.
Salah satu tanda larangan tersebut dipasang tidak jauh dari jembatan sungai Pondo jalan Merpati, Kelurahan Tanamodindi. Ada pengumuman bertuliskan kata-kata imbauan untuk tidak memanfaatkan sempadan sungai.
Papan pengumuman itu menggunakan dua tiang besi berukuran kecil sebagai penyangga. Tingginya sekitar dua meter, berukuran sekitar 2 x 1,5 meter.
Poin pentingnya bahwa warga dilarang membuang sampah sembarangan ke sungai, baik limbah padat maupun limbah cair. Berikutnya dilarang mendirikan bangunan untuk hunian, maupun tempat usaha.
Warga setempat bernama Dewi mengakui, sebaiknya memang di sepanjang sempadan Sungai Tanamodindi yang hulunya dari Sungai Poboya tidak dijadikan tempat alternatif untuk membuang sampah.
Dewi juga setuju dengan apa yang dilakukan pihak DPRP Kota Palu, yang melarang siapa saja mendcoba mendirikan bangunan di sepanjang sempadan sungai.
Menurut pantauan, tulisan di papan tanda lanrangan tersebut terlihat jelas dari atas jembatan jalan Merpati. Nyaris tak ada yang tidak terbaca jelas. Posisi papan pengumuman dipasang cukup strategis untuk dijaungkau pandangan mata.
Ada juga beberapa peraturan yang tertera dalam papan tersebut, seperti adanya PP Nomor 35/1991 tentang sungai. Selanjutnya Permen PU nomor 63/1993 tentang garis sempadan sungai daerah, manfaat sungai, daerah penguasan sungai dan bekas sungai.
Kemudian Perda nomor 6 tahun 2011 tentang bangunan gedung, pasal 24 tentang garis sempadan dan sungai Kota Palu. Dan yang terakhir, Perda Nomor 16 Tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah Kota Palu. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*