Ditargetkan setelah Lebaran, Tak Ada Lagi Pedagang Berjualan di Luar Pasar (14 Mei 2016)

Sudah beberapa kali berganti wali kota dan dibarengi perubahan strategi penataan, namun pedagang masih saja ditemukan berdagang di luar pasar. Kondisi itu tetap terlihat di Pasar Inpres Manonda, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat.

Ratusan pedagang masih terlihat berjejer mengais rezeki di luar pasar. Seperti di Jalan Kenduri, Labu, Bayam, dan Kacang Panjang. Dagangan yang mereka tawarkan kepada pembeli mulai dari aneka buah-buahan, sayur-mayur, ikan, dan bahan campuran lainnya. Dampaknya, kadang pembeli seenaknya saja berhenti memarkir kendaraannya di bahu jalan tepat di depan lapak pedagang. Macet pun tak terhindarkan.

“Air garam dari pejual ikan juga menghancurkan jalan. Insya Allah haibs lebaran semua pedagang di luar masuk ke dalma pasar. Akan kami tertibkan lagi,” kata Muh. Irwan, Kepala Pasar Inpres Manonda kepada koran ini, Jumat (13/5).

Perkataan Irwan beralasan. Pasalnya, saat ini beberapa SKPD PEMKOT Palu antara lain Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Penataan Ruang dan Perumahan (DPRP), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sedang ‘mengeroyok’ penataan pasar itu. Supaya menjadi lebih baik lagi.

Ditambah lagi, ada instruksi penataan pedagang dan pasar dari Wali Kota Palu, Drs. Hidayat M.Si, kepada kepala-kepala dinas.

“Saya kira pedagang tidak ada alasan lain. Asalkan tempat di dalam pasar sudah siap dan bagus dengan fasilitas yang layak. Kenapa justru tidak mau,” lanjut Irwan.

Menurut data tahun 2014, pedagang di luar pasar hampir pada angka tiga ratusan. Sedangkan pedagang di dalam pasar menyentuh seribuan lebih. Irwan mengakui, apabila pedagang dimasukkan ke dalam pasar dengan melihat lokasi dan jumlah pedagang, masih dapat tercukupi.

“Kalau memang tidak ada tambahan, kita tidak tahu. Karena masih berdasarkan data dua tahun lalu. Saya rasa cukup, asalkan apa yang sudah diperintahkan untuk dibongkar dan diratakan, bisa menampung. Masih banyak lahan yang kosong, tetapi tidak layak,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, saat ini, armada DKP sedang berusaha untuk menjangkau titik-titik sampah dalam pasar. Akses masuk armada untuk membersihkannya melalui Jalan Labu. Namun karena lokasi yang dibersihkan berada di tengah-tengah kios, sehingga cukup menyulitkan manuver dari alat berat untuk mencari ruang bergerak.

Dia menyebutkan, penataan di sejumlah penjuru pasar secara bertahap. Setelah membersihkan atau menata penjual ikan dan membuat drainase lancar di Jalan Labu, kemudian akan pindah ke jalan Bayam. Setelah dari Bayam rampung, pindah lagi ke Jalan Kacang Panjang.

“Begitu seterusnya, jadi kalau sudah bersih lahannya, ada pihak dari manapun yang kasih tanda atau kavling tanah tidak bisa, harus berurusan langsung dengan Wali Kota,” tutup Irwan. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*