Wali Kota Perintahkan SKPD Benahi Pasar Manonda, Pedagang Diminta Tidak Berjualan di Luar Pasar

Dengan sigap dan cepat langkah kaki Wali Kota Palu, Drs. Hidayat M.Si, melewati setiap sudut pasar Inpres Manonda yang dipenuhi sampah di beberapa titik, Senin (2/5). Satu per satu kios milik pedagang dilaluinya, targetnya adalah menuju ke lokasi lapak pedagang di dalam pasar yang tak ditempati. Dia minta agar lapak yang kosong dapat ditempati oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di pinggir jalan di lingkar pasar tersebut.

Hidayat mengatakan, merasa prihatin dengan pedagang yang berada di dalam pasar. Minimnya pembeli yang mendatangi lapaknya dan sudah bertahan puluhan tahun. Keadaan ini berbanding terbalik dengan PKL di luar pasar yang belum masuk, sehingga otomatis pembeli yang datang hanya sampai di luar saja, tidak ke dalam pasar lagi.

“Luar biasa pedagang yang ada di dalam pasar, sabar sekali. Pasti sesama pedagang ingin mencari juga. Jadi saya minta besok, dibersihkan dulu, masuk alat berat untuk ratakan puing bangunan dan armada Dinas Kebersihan angkut sampahnya, baru ditata dan masukkan orang luar. Saya minta tidak ada lagi pedagang di jalan, mereka juga bisa diarahkan ke pasar Talise atau Petobo,” sebut Hidayat di sela-sela tinjauannya tersebut.

Pemerintah Wali Kota Palu itu disampaikan kepada beberapa SKPD terkait yang ikut di dalam rombongannya. Seperti Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu.

“Nanti antar instansi bisa saling berkoordinasi, asisten satu sampai tiga pimpin kepala dinas untuk menata pasar, pokoknya saling berkoordinasi. Kadis PU, kalau ada yang dibenahi seperti lubang-lubang ditangani dulu, kalau bisa gunakan anggaran pribadi saja,” celoteh Wali Kota kepada rombongan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu, Sumardi mengatakan pihaknya siap untuk menjalakan instruksi dari Wali Kota Palu.

“Yang penting akses alat berat dan armada sampah siap, saya akan mulai kerja. Saya tidak ingin berbenturan dengan pedagang,” tutup Sumardi. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*