Pergudangan Dalam Kota akan Dipindah

Dinas Penataan Ruang dan Perumahan (DPRP) Kota Palu akan mengevaluasi keberadaan gudang dalam kota. Dengan harpaan, truk-truk kontainer tidak masuk dalam kota, dan berhenti di kawasan pergudangan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Palu, yaitu di Tondo dan di Tipo.

Pada rapat Forum Bersama Lalu Lintas Kota Palu di kantor Dinas Perhubungan kemarin, mengerucut tentang pembatasan angkutan barang khusus dan angkutan alat berat yang berpotensi merusak jalan di Kota Palu. Padahal di dalam kota sendiri, telah dilarang angkutan alat berat maupun angkotan barang khusus masuk dalam kota. Namun pada praktiknya aturan ini belum efektif.

Beberapa langkah yang akan dilakukan, salah satunya dengan cara memindahkan gudang dalam kota ke wilayah pergudangan. Sehingga dengan demikian, angkutan alat berat maupun angkutan barang khusus tidak masuk lagi dalam kota.

Kepala Bidang Tata Ruang DPRP Kota Palu, Uhud P. Mangkona, menjelaskan, DPRP mengkaji gudang-gudang dalam kota. Para pemilik gudang akan disurati dan diberikan waktu untuk pindah. Agar kebijakan ini efektif, maka diusulkan melalui Perwali yang tentunya akan dimintai kebijakan wali kota sendiri.

“Bisa enam bulan diberikan batas waktu kepada pemilik gudang sebelum pindah,” jelasnya.
Uhud menjelaskan langkah ini akan disampaikan kepada kepala DPRP Kota Palu.
“Saya sampaikan ke kadis terlebih dahulu,” jelasnya.

Diketahui pada masa kepemimpinan Wali Kota Rusdy Mastura, Dinas Perhubungan Kota Palu sempat melarang semua truk kontainer dan angkutan alat berat masuk dalam kota. Namun aturan itu diprotes pemilik gudang. Pada akhirnya, angkutan berat diperbolehkan beraktifitas malam hari. Namun masih tetap diprotes juga, sehingga akhirnya diperbolehkan masuk dalam kota dalam waktu tertentu. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*