Wali Kota Minta Tidak Ada Pemadaman Besar-Besaran, Pihak PLN Palu Belum Bisa Sahuti (22 Maret 2016)

Rencana PLN Palu untuk memadamkan listrik besar-besaran April mendatang, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Palu, Drs. Hidayat M.Si. Maka itulah Wali Kota, Senin (21/3) menggelar pertemuan dengan pihak terkait, di antaranya pihak PLN Palu, PLTU Mpanau, dan LSM IDEC. Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh pihak Dinas ESDM Palu, Bappeda Kota Palu dan Dinas Pendidikan.

Hidayat meminta agar pemadaman besar-besaran di bulan April nanti dibatalkan. Rencananya, PLN akan melakukan pemadaman besar-besaran pada 4-14 April 2016. Isu yang sampai ke telinga Wali Kota, April nanti PLN akan melakukan pemadaman besar-besaran dikarenakan PLTU Mpanau akan melakukan koneksi daya PLTU yang baru dengan kapasitas 2 x 18 MW, sehingga PLTU harus shutdown sepenuhnya. Akibatnya Kota Palu defisit daya mencapai 34 MW dari kapasitasnya 70 MW.

PLTU Palu menyumbang daya 2 x 12 MW atau sekitar 24 MW dari dua pembangkit uap. Sekarang pembangunan pembangkit baru telah rampung dengan kapasitas daya terpasang 2 x 18 MW. Sedangkan saat ini Kota Palu defisit daya 10 MW dari beban puncak 80 MW dan mengakibatkan terjadinya pemadaman bergilir.

“Sedangkan 10 MW saja masyarakat sudah mengeluh, apalagi sampai lebih dari itu. Makanya saya minta dikoordinasikan antara PLTU dan PLN, agar tidak terjadi pemadaman lebih besar dari ini. Minimal yang seperti ini saja dipertahankan sampai suplai listrik dari Sulewana masuk sepenuhnya,” jelas Hidayat.

Sembari menunggu perbaikan mesin PLTD Silae, Hidayat meminta PLN menyeriusi dan berkoordinasi dengan perusahaan yang mengurusi jaringan transmisi garduk induk Silae dan Talise. Ketika daya dari PLTA Sulewana masuk ke sistem, maka tidak akan menyebabkan defisit daya ketika PLTU shutdown.

“Silahkan PLN yang berwenang memarahi perusahaan yang membangun transmisi itu, yang kami minta segera Sulewana masuk dan tidak terjadi pemadaman total,” ujarnya.

Rencana pemadaman ini menurut Wali Kota sangat meresahkan masyarakat. Pemerintah katanya yang menjadi sasaran masyarakat.

“Warga bilang, apa kerja Wali Kota sekarang ini, listrik mati terus,” jelasnya.

Sementara Asmen Pembangkitan PLN Palu, Sigit Arjono mengatakan, tidak bisa mengambil keputusan sepihak akan menyampaikan permintaan Wali Kota ke atasannya yaitu GM PLN Palu.

“Saya tidak bisa mengambil kebijakan,” jelasnya.

Sigit mengatakan, saat ini PLN Palu defisit daya. Jika semua mesin dalam kondisi baik, PLN Palu tetap kkekurangan daya sekitar 3 MW. Sekarang kondisi daya listrik Palu defisit daya sekitar 10 MW dikarenakan dua mesin PLTD Silae rusak dan sedang diperbaiki. Defisit daya tersebut, jelas Sigit, dikarenakan pertumbuhan Kota Palu semakin naik, termasuk kebutuhan daya listrik yang mengalami peningkatan, 16-20 persen per tahun.

“Daftar tunggu saat ini mencapai 34 MW,” katanya.

PLN Palu, kata dia, sangat membutuhkan dukungan daya dari PLTA Sulewana.

“Yang baru masuk ke sistem ini dari gardu induk (GI) Sidera 24 MW dan direncanakan akan masuk dari GI Silae 30 MW daya terpasang, dan GI Talise 30 MW daya terpasang,” tandasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*