Penertiban PKL Sepatutnya Diberikan Perhatian DPRD akan Lihat Porsi Anggarannya di APBD 2016

Dalam menangani keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), Pemerintah Kota Palu melalui instansi tekait sering kali terkendala dengan minimnya anggaran. Akibatnya, PKL seperti kebal dari penertiban dan tetap menjamur di badan jalan. Seperti yang terjadi di Jalan Cempedak, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat di mana Dinas Pekeerjaan Umum (PU) Kota Palu yang hendak melakukan perbaikan terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan tersebut menjadi terhalang. Pasalnya, keberadaan PKL yang beraktivitas di bahu jalan menjadi alasan untuk belum dikerjakannya perbaikan jalan tersebut.

Melihat persoalan itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palu, Muhammad Rum mengakui, porsi anggaran penertiban dalam APBD yang minim. Yang akhirnya berimbas pada kinerja eksekutif dalam melakukan penertiban PKL.

Rum mengatakan akan melihat seberapa jauh porsi anggaran yang dialokasikan dalam APBD 2016 Kota Palu.

“Saat ini agenda DPRD Kota Palu sedang membahas anggaran yang sudah dibacakan nota keuangan oleh PJ Wali Kota Palu,” ujarnya, kemarin, (23/11) sebelum sidang paripurna di DPRD Kota Palu.

Rum mengatakan, persoalan penertiban PKL sepatutnya diberikan perhatian bersama oleh eksekutif maupun PKL, jangan sampai menjamur tanpa ada penertiban yang malah akan mengganggu program pemerintah. Misalnya instansi teknis yang akan melakukan pekerjaan pelebaran jalan, terganggu karena PKL, tidak mau pindah.

DPRD, kata Rum, akan melihat sejauh mana porsi yang dialokasikan Disperindagkop maupun Satpol PP.

“Kita akan coba lihat anggaran untuk penertiban tersebut. Serta dari DPRD juga akan membahas bersama dengan komisi terkait,” jelas Rum.

Kemudian, kata Rum, DPRD juga akan memberikan perhatian kepada pasar-pasar di Kota Palu. Pasar yang bagus dan layak otomatis membuat aktivitas pasar bergairah. Masyarakat datang ke pasar karena senang pasarnya bagus.

“Otomatis PKL akan kurang diminati, dan PKL bisa diarahkan ke pasar karena aktivitas pasar makin bergairah,” jelasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*