Perusak Jalan Bisa Kena Sanksi

Rusaknya ruas jalan ternyata bukan hanya disebabikan oleh faktor umur aspal tetapi ada faktor yang bisa merusak jalan dengan unsur kesengajaan. Salah satunya dengan menggali jalur untuk pipa air pada aspal. Cukup banyak titik pembuatan jalur air yang melintang di jalan namun tidak diperbaiki kembali. Salah satunya seperti yang ada di Jalan Wahid Hasyim.

Berdasarkan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan terdapat beberapa pasal yang menegaskan bahwa siapa saja yang merusak jalan bisa dikenakan sanksi dan hukuman pidana.

Kepala Bidang Pengendalian Pengawasan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Palu, Denny R. Sumolang menegaskan di dalam pasal 28 ayat 1 undang-undang tersebut tertulis jelas setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan atau gangguan pada fungsi jalan.

Kata Denny, pada pasal 274 setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan fungsi jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp. 24 juta.

“Ketentuan ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berlaku pula bagi orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkap jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat 2,” katanya.

Melihat adanya jalan yang rusak akibat kelalaian masyarakat dengan membuat jalur pipa air namun ada yang tidak diperbaiki kembali, mendapat tanggapan dari kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Ilyas Ladjintjo. Kata Ilyas, seharusnya jika ada masyarakat yang ingin membuat jalur pipa air yang melintas di aspal harus izin terlebih dahulu kepada Dinas PU.

“Tapi sampai saat ini tidak ada masyarakat yang minta izin untuk menggali jalur pipa yang melintang di jalan itu,” ujarnya.

Ilyas mengatakan, apabila masyarakat menggali aspal untuk jalur pipa air, masyarakat tersebut harus memperbaikinya kembali serapi mungkin seperti sebelum dilakukan penggalian.
“Pokoknya kalau selesai digali, aspalnya harus ditutup kembali dan tidak bisa ditutup hanya menggunakan semen tapi harus aspal,” tegasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*