DKP Ingatkan Penjual Bunga Taman GOR, Tak Boleh Membibit dan Menambah Sumur Bor

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu mengingatkan kepada penjual bunga di Taman GOR agar menaati kesepakatan yang telah dibuat. Dengan demikian, penjual bunga tidak akan terkena sanksi dari pemerintah.

Kepala Bidang Pertamanan DKP Kota Palu, Tatang S. Firman, mengatakan DKP telah mengundang seluruh penjual bunga ke kantor DKP bulan lalu guna membahas beberapa hal terkait estetika dan etika penjualan bunga di taman GOR.

Tatang mengingatkan kepada penjual bunga agar memahami fungsi ruang terbuka hijau di mana dengan keberadaan penjual bunga diharapkan bisa memperindah taman kota sebagai tempat beraktivitas sosial, sehingga para penjual bunga perlu menaati beberapa aturan yang telah disepakati.

Kesepakatan yang telah dibuat dan ditandatangani bersama antara lain: penjual bunga tidak menambah areal jualannya.

“Yang berdekatan dengan lapangan sepak takwar dua meter ke belakang, dan yang tidak bersebelahan tiga meter ke belakang,” jelasnya saat dihubungi.

Kemudian penjual bunga dilarang menaruh jualannya di areal terotoar jalan, sehingga tidak mengganggu pejalan kaki. Dan yang tidak kalah penting, penjual bunga tidak boleh menambah lagi sumur bor yang sudah dipasang.

“Yang ada lima titik sekarang ini tidak boleh ditambah. Lima titik sumur itu yang dibagi ke penjual lainnya,” jelasnya.

Selain itu, penjual bunga tidak boleh melakukan aktivitas pembibitan di lokasi taman GOR.

“Itu sudah aturan yang dibuat. Tidak boleh ada tanah (campuran untuk pembibitan) di sana. Bila melanggar, laporkan ke kami,” ujarnya.

Tatang menambahkan, semenjak koordinator yang selama ini memimpin par apenjual bunga telah mengundurkan diri, keadaan tata ruang di sana semakin semrawut. Padahal selama ini koordinator tersebut yang selalu mengimbau agar para penjual bunga untuk teratur dan tertib.

“Akibatnya pedagang jadi seenaknya sendiri. Lokasi areal jualannya ditaruh di terotoar, dan penjual bunga melakukan pembibitan di area lokasi taman GOR. Karena itu, DKP kemudian mengundang penjual bunga agar lebih teratur,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*