Padamkan Lampu Saat Ramadhan, PLN Dinilai Tidak Serius Dalam Berikan Layanan

PALU — Pemadaman Listrik yang dilakukan PLN saat ramadhan dikeluhkan warga. PLN dinilai tidak serius dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada bulan puasa. Apalagi pemadaman terjadi di saat-saat waktu ibadah.

Astuti, salah seorang warga Kawatuna kepada reporter mengungkapkan, pada Sabtu sore (4/7), menjelang berbuka puasa tiba-tiba listrik padam.

“Bayangkan saja kita mau makan tidak ada penerangan. Nanti jam 19.00 baru menyala lampu,” keluhnya.

Menurut Astuti, seharusnya PLN dalam melakukan pemadaman tidak dilakukan secara tiba-tiba, perlu ada informasi terlebih dahulu.

“Kalau ada masalah teknis mungkin dapat dimaklumi, tapi ini sudah berulang kali. Kalau saya dihitung-hitung sudah ada lima kali mungkin mati lampu satu minggu ini,” tuturnya.

Astuti mengaku dampak pemadaman listrik sangat meresahkan warga. Apalagi saat itu di masjid-masjid digelar buka bersama yang dilakukan remaja masjid bersama imam dan warga setempat. Ia mengatakan waktu pemadaman yang dilakukan pihak PLN sangat tidak tepat, mengingat waktunya bertepatan dengan waktu berbuka puasa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Abdilla, warga BTN Lasoani. Dia mengungkapkan, beberapa malam terakhir PLN sering sekali melakukan pemadaman. Tak ada pemberitahuan sebelumnya, membuat sejumlah warga cukup kesal dengan kejadian itu. Menurutnya, jika memang ada perbaikan jaringan atau gardu PLN, sebaiknya diumumkan terlebih dahulu sehingga warga dapat mengantisipasi dengan mempersiapkan lampu penerangan.

“Saya heran, katanya PLN pada Ramadhan ini tidak ada pemadaman, tapi sepertinya itu sekedar untuk menyenangkan masyarakat saja. Buktinya sekarang mati-mati terus,” ujar Abdilla terlihat kesal.

Abdilla menilai seharusnya PLN, khususnya di bulan puasa ini dapat memberikan pelayanan ekstra. Sebab banyak kegiatan yang dilakukan muslim saat bulan Ramadhan seperti ini. Apalagi adanya kegiatan Safari Ramadhan yang digelar hampir setiap malam di masjid-masjid lokal.

“Kalau kita lambat bayar kena denda, sampai diputus listriknya. Sekarang kalau PLN yang seenaknya melakukan pemadaman, bagaimana?” tanyanya.

Dia juga berharap kiranya pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja PLN.

“Pemerintah seharusnya jangan hanya tinggal diam,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Talise, Anto mengungkapkan, kemarin (6/7) sekitar pukul 15.30 juga terjadi pemadaman di wilayah tempat tinggalnya.

“Kondisi ini sangat mengganggu, bayangkan lampu baru menyala jam lima lewat,” ungkapnya.

Dikonfirmasi pihak PLN melalui Asisten Manager Jaringan PLN Area Palu, Jani M. Sigar, mengungkapkan bahwa pemadaman terjadi diakibatkan adanya gangguan pada mesin PLTU yang hanya menghasilkan 5,4 Megawatt.

“Ada gangguan pada mesin (PLTU) sehingga tidak bisa dipaksakan, akibatnya banyak mengalami defisit daya hingga 4,5 megawatt,” ungkapnya saat dikonfirmasi via ponselnya, malam tadi (6/7).

Jani menerangkan malam tadi, bahwa mesin PLTU yang mengalami gangguan tersebut sudah mulai membaik. Hal itu terbukti dengan daya yang mulai masuk sudah mencapai 10 Megawatt.

“Itu informasi yang saya terima,” tuturnya.

Atas ketidaknyamanan tersebut, Jani menyampaikan kiranya masyarakat dapat bersabar. Sebab dalam waktu dekat PLTU akan mendapatkan tambahan unit pembangkit listrik.

“Malam ini untuk pelanggan umum tidak ada pemadaman, hanya pelanggan besar saja yang padam seperti Mall Tatura dan Carrefour. Sedangkan dalam perjanjian jual beli itu memang sudah menjadi resiko, makanya mereka sudah siapkan genset,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*