Dishubkominfo Rencanakan Perubahan Penetapan Jaringan Trayek

Dinas perhubungan komunikasi dan informatika (DISHUBKOMINFO) Kota Palu, telah membuat perencanaan perubahan penetapan jaringan trayek, serta lintasan yang dilalui pelayanan angkutan orang dengan kendaraan umum dalam kota. Termasuk angkutan Kota (Angkot)

Kepala bidang pengendalian pengawasan lalu lintas dishubkominfo, Denny R. Sumolang, mengungkapkan, nantinya setiap trayek ada perbedaan sticker dan warna bumper yang baru, agar bisa membedakan anatar trayek satu dengan trayek yang lain. Dulu stiker trayek dan list warna diatas body angkot pernah dilakukan sebagai penanda trayek tetapi tidak digunakan.

“Kita upayakan nantinya trayek ini bisa jalan sehingga masyarakat nantinya bisa menggunakan angkutan umum dan kalau sudah jelas trayeknya masyarakat pasti akan tahu pasti berjenti di wilayah sesuai dengan tujuan trayeknya,” ungkapnya, kepada reporter, (27/4).

Adapun moda perpindahan trayek angkot dalam kota, kata Denny, yakni pasar manonda, pasar masomba, dan jalan yos sudarso talise. Nantinya untuk memperjelas tujuan angkot nantinya angkot juga akan dipasangkan kode trayek, sehingga rute setiap angkot memiliki rute masing-masing.

“Misalnya dari manonda ke masomba, rute perginya dari jalan sapiri, jalan sis aldjufri, menuju jalan gadjah mada, jalan sultan hasanuddin, jalan pattimura, jalan wood ward, jalan monginsidi dan sampai pasar masomba. Kemudian rute kembali ke rute ke pasar manonda lain lagibukan melewati rute pada saat berangkat dari pasar manonda, tetapi tujuannya sama yakni kembali ke tempat semula,” ujarnya.

Denny mengatakan, dalam satu sentral menuju sentral lainnya ada tiga rute yang akan dilewati angkot. Salah satunya contohnya, trayek dari pasar manonda menuju ke pasar masomba. Dari dari ketiga rute trayek tersebut, masing masing trayek memiliki rute pergi dan rute pulang.

“Misalnya Manonda, ke masomba 2, rute perginya melalui jalan sapiri, menuju jalan pue bongo, kemudian btn Palupitinggede, kemudian jalan i gusti ngurah rai, menuju jalan emy saelan dan pasar masomba, kemudian jalan i gusti ngurah rai, kemudian jalan jati baru, menuju jalan sungai lariang, kemudian jalan danau talaga, jalan sapiri dan sampai pasar manonda,” jelasnya.

Selanjutnya, bagi penumpang dari terminal tipo yang hendak ke terminal petobo, terlebih dahulu penumpang harus naik angkot menuju pasar manonda, kemudian ke pasar masomba menuju ke terminal petobo, terlebih dahulu penumpang naik angkot menuju pasar manonda, kemudian ke pasar masomba selanjutnya dari pasar masomba menuju ke terminal petobo.

“Jadi sentral di tengah kota itu hanya tiga, wilayah selatan itu pasar manonda, wilayah barat itu pasar masomba, daerah barat dipasar manonda dan wilayah timur di talise. Jadi kalau ada penumpang yang dari terminal petobo mau pergi ke terminal tipo, harus melewati sentral pasar masomba, kemudian (pulangnya) ke pasar manonda baru kemudian ke terminal tipo,” terangnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*