Janji Akan Benahi Jalan Gadjah Mada Satker Jalan Nasional Akan Pasang Brikets

Keluhan pedagang di kompleks jalan Gadjah Mada direspon oleh satuan kerja (satker) jalan Nasional Wilayah 02 Tompe Palu Surumana. Instansi yang memiliki otoritas atas jalan di kawasan pertokoan lama Kota Palu itu, mengaku akan segera melakukan pembenahan sehingga genangan air tidak lagi muncul ketika hujan turun dan membuat pendapatan pedagang merugi.

Ditemui reporter di ruang kerjanya, PPK 02 Jalan Nasional Wilayah Tompe Palu Surumana, Sutoyo yang saat itu didampingi staf teknis PPK 02, Yanto, mengatakan jalan Gadjah Mada yang selalu tergenang saat musim hujan akan segera dibenahi.

“Jalan Gadjah Mada Palu akan segera kami benahi. Sementara ini peralatan berupa brikets atau box cuver siap jadi, yang akan kami pasang di ruas jalan Gadjah Mada yang rawan banjir itu, sudah dipesan,” kata Sutoyo, kamis (23/4).

Menurut Sutoyo, pemasangan brikets (plat berbahan baja) dalam bentuk box culver dianggap paling tepat untuk mengatasi banjir di wilayah jalan Gadjah Mada. Seperti yang terpasang di jalur jalan Muh. Yamin. Saat ini brikets sedang dipesan dan dalam waktu dekat ini sekitar Mei atau awal Juni 2015, brikets tersebut sudah jadi dan segera dipasang.

Penjelasan yang lebih teknis tentang pemilihan brikets ketimbang plat deucer (plat deker), kemudian dijelaskan lagi oleh Yanto, staf teknis PPK 02 Jalan Nasional Wilayah Tompe Palu Surumana. Menurut pertimbangan pihaknya, pemasanngan plat deker akan memakan banyak waktu, sementara jalan Gadjah Mada merupakan salah satu jalan terpadat di Kota Palu, dan memerlukan kecepatan untuk memasangnya, agar tidak mengganggu lalu lintas.

Pemasangan Dilakukan Mei atau Awal Juni 2015

“Itulah sebabnya mengapa kami menggunakan brikets atau box culver ini, yah itu tadi agar tidak mengganggu lalu lintas yang padat. Memasang brikets cukup hanya satu hari saja, sedangkan kalau memasang plat deucer harus menunggu 21 hari, ini ‘kan lama” paparnya.

Cara menangani perbaikan jalan Gadjah Mada nanti, yakni dengan melakukan crossing dan pemotongan jalan mulai dari lampu merah jalan Danau Poso menuju poros jalan Gadjah Mada. Agar arus air lancar mengalir dan tidak tersumbat saat hujan, pihaknya telah melakukan bersih-bersih di pasar tua Bambaru yang sempat tersumbat, karena kepadatan sampah dan bebatuan dalam drainase. Setelah berkoordinasi dengan Pemkot Palu, sudah membuka ilir yang tersumbat, di pasar tua Bambaru menuju pembuangan akhir sungai Palu, dekat jembatan III.

Selain jalan Gadjah Mada, pihaknya akan membenahi jalan SIS Al Djufri, jalan Daeng Pawindu dan jalan HOS Cokroaminoto. Demikian pula dengan di jalan Sulawesi-Maesa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*