Wujudkan Pengelolaan Pasar Tradisional Yang Baik Pemkot Palu Kerahkan Sejumlah SKPD

Dalam rangka mewujudkan sistem pengelolaan pasar tradisional di Kota Palu ke arah semakin membaik. Pemerintah Kota Palu (Pemkot) Palu menggerakkan sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait untuk sama sama berperan aktif demi terciptanya pengelolaan pasar yang baik tersebut. Sebab pasar tradisional memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Tentunya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu.

Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Palu, satuan polisi pamong praja (Sat Pol PP) Kota Palu, serta dinas perhubungan, komunikasi dan informasi (Dishubkominfo) Kota Palu saat ini sudah semakin terkelola dengan baik. Mulai dari pengelolaan tempat dan Pedagang, penerapan bagi aturan jadwal berjualan bagi para Pedagang Kaki lima (PKL), hingga pada pengelolaan arus transportasi yang ada di sekitaran pasar tradisional tersebut.

Seperti halnya pasar induk Inpres Manonda Palu. Beberapa waktu lalu, ketiga SKPD terkait tersebut telah bersinergi untuk bekerjasama dalam hal menciptakan pengelolaan pasar yang baik.

Kepala Bidang Disperindagkop & UMKM Kota Palu, Yudhi Maranua Firman mengungkapkan, pihaknya mulai tahun ini telah memberlakukan jadwal berjualan bagi para PKL yang semakin hari jumlahnya semakin bertambah di pasar inpres Manonda Palu tersebut. Demi terealisasikan jadwal tersebut, pihaknya yang bekerja sama. Dari dishub juga sudah memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah di inpres,” itu ungkapnya kepada reporter, pekan lalu. Sedangkan untuk pasar Masomba Palu, pihaknya telah mempersiapkan pembangunan pasar tersebut akan menampung para pedagang yang tidak bisa lagi ditampung di pasar induk Masomba Palu.

“Sekarang ini, itu sedang pemerintah upayakan. Bagaimana agar supaya sistem pengelolaan pasar tradisonal ini bisa terlaksana dengan baik. Pasar pasar yang lain juga kita sudah perhatikan, seperti pasar Mambooro, yang akan kita bangun lagi, pasar petobo yang sudah mulai ramai karena jadwal pasar begitu juga dengan Bambaru. Hanya saja untuk tavanjuka saat ini masih terus kita upayakan agar bisa termanfaatkan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*